Follow detikFinance
Kamis 25 Jan 2018, 11:20 WIB

Kementan: Kabupaten Alor Siap Swasembada Pangan

Niken Widya Yunita - detikFinance
Kementan: Kabupaten Alor Siap Swasembada Pangan Foto: Staf Ahli Mentan Bidang Pembangunan Infrastruktur Pertanian, Ani Andayani, saat panen simbolis padi organik di Kabupaten Alor, NTT
Jakarta - Staf Ahli Mentan Bidang Pembangunan Infrastruktur Pertanian, Ani Andayani, mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Alor, NTT. Kabupaten Alor berhasil membangun ketahanan pangan di wilayah tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih, khususnya kepada Kadis Pertanian Kabupaten Alor, Yustus Dopong Abor, atas kerja kerasnya selama ini. Sehingga, untuk target Oktober-Maret (Okmar), sudah tercapai di Januari ini 104%. Itu merupakan suatu capaian yang membanggakan," ujar Ani dalam keterangan tertulis dari Kementan, Rabu (24/1/2018).

Ani mengatakan itu saat memberikan sambutan dalam acara Panen Simbolis Padi Organik, di Desa Malaipea, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Selasa (23/1/2018).

Ani menjelaskan, hal ini juga tak lepas dari peran Pemda Kabupaten Alor, Camat, Dandim, Penanggung Jawab Upsus wilayah Kabupateh Alor dan seluruh masyarakat.

"Saya ingat betul waktu saya datang pertama kali. Pak Bupati ada program khusus untuk model di kelompok tani. Satu hektare diberi Rp 4 juta. Rinciannya Rp 1 juta untuk pembebasan lahan dan 'land clearing', Rp 3 jutanya untuk operasional. Terima kasih dukungannya, Pak Bupati," tuturnya.

Ini artinya, lanjut Ani, share itu pertanda kita sudah gayung bersambut. Program dari pusat itu didampingi oleh program-program dari APBD.

Bahkan kini, menurutnya, ada Satgas Pangan yang telah melibatkan pihak Kepolisian dan TNI-AD khususnya Kodim 1622 Alor, yang telah membantu dan bersinergi dengan semua pihak terkait dalam rangka pengamanan dan pengawalan untuk keberadaan pangan.

"Untuk itu, saya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI-AD, jajaran Kepolisian, khususnya di Kabupaten Alor ini, atas sinergitas dan kebersamaan kita selama ini, sehingga bisa mencapai capaian-capaian terbaik," tutur Ani, selaku penanggung jawab Upaya Khusus (Upsus) Padi Jagung Kedelai (Pajale ) Provinsi NTT tersebut.

Kemudian, Ani juga menambahkan, sebagai upaya mendorong percepatan program swasembada pangan, Presiden Jokowi telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk bisa mengakses Dana Desa yang diperuntukkan untuk pembangunan embung kecil dan bangunan tata air irigasi lainnya. Menurutnya, dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang bisa diakses itu, dari capaian serapan selama ini, memungkinkan untuk bisa dinaikkan lagi sebagai belanja komponen irigasi.

"Itu sudah ada inpresnya. Baru saja terbit pada 11 Januari 2018 kemarin," ungkapnya.

Ani menegaskan, kalau belanja pembangunan irigasi itu merupakan suatu keputusan dari musyawarah desa, itu bisa diangkat untuk akses dari dana desa. Jadi, jelas Ani, dana desa tidak hanya untuk infrastruktur di pedesaan seperti jalan, bangunan, ataupun alat-alat yang lain. Tetapi bisa pula utk irigasi, sehingga ketahanan pangan bisa lancar.

Dengan seluruh penunjang tersebut, Ani berharap tingkat produksi, produktivitas, dan ketersediaan pangan di NTT, khususnya di Kabupaten Alor, semakin meningkat.

"Mudah-mudahan, dengan semangat kita, tiap hari ada tanam, tiap hari ada panen, kita bisa swasembada," tandasnya.

Berdasarkan data dari Kementan, di Desa Malaipea, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, memiliki luas areal kurang lebih 40 hektare, dengan jumlah 208 kepala keluarga tani. Panen kali ini, produktivitas padi organik dari Desa Malaipea per hektare rata-rata hampir 5 ton, dan sudah bisa panen 3 kali dalam setahun. Kesuksesan desa tersebut tentu saja mendapat apresiasi dan pujian dari semua pihak, khususnya dari Bupati Alor, Amon Djobo.

"Saya bangga dengan masyarakat saya di Malaipea ini. Walaupun jauh dari kabupaten, transportasi dan komunikasi sedikit ada hambatan, masyarakat di sini sudah bisa 3 kali panen. Di kecamatan lain di Alor ini, lahan cukup, air cukup, manusianya ada, tapi tidak sampai 3 kali panen seperti di Malaipea ini," kata Amon.

Ini, menurutnya, disebut sebagai mukjizat. "Jadi, masyarakat Malaipea kalau besok itu kiamat, penduduk sini akan masuk surga," demikian kelakar Bupati Alor tersebut memotivasi petaninya.

"Kami tahu, orang lain bisa, kenapa kami tidak bisa. Tuhan menganugerahkan alam bagi kami. Tuhan juga menganugerahkan cuaca yang baik bagi kami. Tuhan juga menganugerahkan air yang berlimpah bagi kami. Tinggal bagaimana kemauan baik kami. Tinggal bagaimana kami punya semangat untuk mengelola lahan ini menjadi aset yang luar biasa bagi kami," imbuhnya.

Amon mengakui, semua capaian keberhasilan di bidang pertanian Kabupaten Alor tersebut tak bisa dijauhkan dari peran para pejabat, baik di tingkat pusat maupun provinsi, yang intensif mendampingi rakyat. Sehingga, program Upsus yang dicanangkan pemerintah pusat betul-betul bisa menyentuh kepentingan rakyat.

"Kita berharap, berkat kerja sama semua pihak tersebut, masyarakat Alor bisa tumbuh menjadi masyarakat yang kenyang, sehat, dan pintar," pungkasnya.

Selain dihadiri oleh Ani dan Amon, panen raya tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Alor, Martinus Alopada, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan NTT Adang Warya selaku penanggungjawab Upsus Kabupaten Alor, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT, Syamsuddin, Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi NTT, Miqdonth dan Camat Alor Selatan, Marthen G. Moubeka. Hadir pula Wakapolres Alor, Dandim 1622 Alor, Asisten 1 dan Asisten 2 Pemkab Alor, tokoh adat, tokoh agama, penyuluh dan masyarakat Alor Selatan, khususnya warga Desa Malaipea, dan desa tetangga di lembah Mainang dengan total audiens sekitar 100 orang.

(nwy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed