Sugiharto: Tak Ada Pergantian Direksi BUMN Lewat SMS Lagi

Sugiharto: Tak Ada Pergantian Direksi BUMN Lewat SMS Lagi

- detikFinance
Jumat, 17 Jun 2005 14:42 WIB
Medan - Menteri Negara BUMN Sugiharto menegaskan, ke depan tidak akan ada lagi pergantian direksi BUMN hanya melalui SMS. Tetapi akan dilakukan dengan pola fit dan proper test dan mengikutsertakan semua pihak yang berkaitan, termasuk serikat pekerja.Hal ini disampaikan Sugiharto kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam acara Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja BUMN yang berlangsung Jumat (17/6/2005) di Hotel Danau Toba Internasional, Jalan Imam Bonjol, Medan."Memang jadinya akan membutuhkan waktu yang lebih lama, tetapi ini adalah pola yang terbaik untuk pergantian direksi BUMN. Jadi tidak akan ada pergantian direksi yang dilakukan hanya melalui SMS," kata Menteri Sugiharto.Dalam kaitan untuk meningkatkan kinerja BUMN, Sugiharto menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan master plan revitalisasi BUMN 2005-2009. Dalam rencana itu, visi utamanya adalah membangun perusahaan Indonesia yang berdaya saing dan tangguh dalam persaingan global serta budaya cipta nilai tinggi. Selain itu juga akan menyehatkan BUMN untuk menciptakan laba, dan secara mikro mengejar ketertinggalan Indonesia dalam bersaing di era global. "Ada tiga hal pokok yang akan dilakukan, yakni restrukturisasi, profitisasi dan privatisasi," kataSugiharto. Restrukturisasi BUMN, lanjut dia, dilakukan agar bisa bersaing dengan industri sejenis, baik perusahaan nasional maupun multinasional. Jika restrukturisasi berlangsung baik, maka akan tercipta profit yang tinggi. "Kalau aspek peningkatan profitisasi itu terpenuhi, maka tidak ada kesulitan untuk memenuhi variabel-variabel tuntutan lainnya dalam meningkatkan kinerja BUMN," tambahnya. Sedangkan privatisasi, kata Sugiharto, jangan serta-merta diartikan menjual perusahaan BUMN kepada pihak asing. Namun privatisasi dilakukan secara lebih bertanggung jawab, sesuai dengan norma yang berlaku, yakni penyebaran kepemilikan kepada stake holder, seperti manajemen, direksi, bahkan serikat pekerja.Ditambahkan, rencana merger yang sedang dipersiapkan pada beberapa BUMN, sebenarnya juga merupakan upaya untuk lebih mengukuhkan BUMN yang bersangkutan, menjadi lebih besar, baik dari sisi kapital maupun aspek lainnya.Pada bagian lain, Menteri BUMN menyatakan, secara umum kinerja BUMN masih belum optimal. Hal itu terlihat dari total asset BUMN pada tahun 2003 sebesar Rp 1,163 triliun dan laba yang diperoleh Rp 25,6 triliun, sehingga ROA rata-rata 2,20 dan ROE rata-rata 6,40. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads