Follow detikFinance
Senin 29 Jan 2018, 20:47 WIB

Ke Sumsel, Mentan Panen Padi di Lahan Rawa

Raja Adil Siregar - detikFinance
Ke Sumsel, Mentan Panen Padi di Lahan Rawa Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Palembang - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, panen raya padi di wilayah Banyuasin, Sumatera Selatan. Panen raya padi ini dilakukan di daerah rawa.

Hadir dalam panen raya sejumlah pejabat, seperti Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Ketua KPPU Syarkawi Rauf. Selain itu turut hadi pula pejabat TNI/Polri, mulai dari Kepala Satgas Pangan Irjen Setyo, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono, Wakassad TNI Letjen Tatang Sulaiman dan Bupati Banyuasin Supriyono beserta pejabat daerah di Sumsel.

"Hari ini adalah hari kami paling bahagia, karena selain melakukan panen raya padi di Banyuasin, hadir juga Ketua MPR, DPR dan pejabat lain untuk melihat langsung di lapangan dengan sawah yang siap di panen. Perlu diketahui bahwa lahan ini adalah rawa-rawa yang dulunya itu petani hanya bisa tanam sekali dalam setahun, tapi sekarang sudah bisa dua kali tanam," kata Amran di lokasi panen raya, Senin (29/1/2018).

Mentan panen raya di Sumatera SelatanMentan panen raya di Sumatera Selatan Foto: Raja Adil Siregar/detikcom

Tidak hanya itu, Amran meminta dengan adanya peralatan traktor lengkap dari bantuan pemerintah, pada tahun berikutnya petani dapat melakukan tiga kali tanam dalam setahun. Hal ini didasari dengan konsep "Panen Langsung Tanam" dengan tetap melakukan upaya khusus dan perhatian lebih untuk menjaga stabilitas harga pangan.

"Kita selalu mencari solusi terbaik, khusus masalah beras ini kita sekarang sudah masuk panen raya. Potensi pasang surut di sini itu 420 ribu hektare, kalau ditanam 3 kali dalam setahun ini luar biasa dan mari kita pikir ke depan, ini juga tahun ketiga kita tidak ada impor beras karena sudah surplus beras dari petani," sambung Amran.

Tolak impor beras

Sementara Bupati Banyuasin, Supriyono meminta pemerintah untuk tidak mengimpor beras lagi. Bahkan, dirinya memastikan untuk wilayah Sumsel saat ini telah kelebihan beras dari hasil panen petani lokal dan beras itu siap untuk dikirim ke beberapa daerah.

"Banyuasin ini merupakan lumbung padi di Sumatera Selatan, jadi tolong jangan kecewakan petani dengan melakukan impor beras. Karena jika pemerintah mengimpor beras, maka harga ditingkat petani akan hancur selama penen raya dan ini jelas akan merugikan petani kami di Banyuasin," kata Supriyono.

Mentan panen raya di Sumatera SelatanMentan panen raya di Sumatera Selatan Foto: Raja Adil Siregar/detikcom

Lebih lanjut, Supriyono mengaku sejak tahun 2015 Kabupaten Banyuasin selalu surplus beras hingga mencapai 2,3 juta ton dalam setahun. Sedangkan untuk panen raya padi pada Januari - Maret dipastikan juga akan surpluse hingga mencapai 622 ribu ton.

"Januari sampai Maret itu kami akan mulai panen raya dengan hasil panen mencapai 766 ribu ton, jika dikurangi konsumsi masyarakat sebanyak 140 ribu ton saja kami sudah surplus 622 ribu ton," sambungnya.

"Saya mewakili petani tolong jangan kecewakan petani kami di saat surplus harga malah anjlok. Saat ini saja gabah kering di petani Rp 5.400 dan ini terus turun sampai Rp 4.200 dan mohon belilah beras kami asal jangan di bawah harga level," kata Supriyono.

Sementara itu, petani di Banyuasin menolak impor beras. Pasalnya, mereka khawatir harga hasil panen akan anjlok lantaran beras impor akan masuk saat panen raya.

"Kami petani menolak impor beras oleh pemerintah. Jangan buat kami sengsara karena harga hasil penen akan anjlok dan kami sebagai petani pasti merugi," ujar Suwono salah seorang petani saat ditemui di lokasi penen raya Desa Upang Marga, Kecamatan Air Soleh Banyuasin.

Amran pun langsung meminta Bulog untuk meyerap hasil panen petani di Sumatera Selatan. Termasuk meningkatkan daya beli yang awalnya hanya 150 ribu ton menjadi 600 ribu ton.

"Saya sudah keliling dari Jawa, Sumatera dan Sulawesi, memang saat ini harga sudah turun dari Rp 300 sampai Rp 700. Untuk mengatasi permasalahan ini saya minta Bulog untuk memebeli gabah petani, kalau biasanya hanya 150 ribu ton kedepan saya minta agar ditingkatkan menjadi 600 ton," tutur Amran. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed