Susi 'Dipalak' Kacamata Renang Oleh Nelayan Natuna

Susi 'Dipalak' Kacamata Renang Oleh Nelayan Natuna

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 30 Jan 2018 08:22 WIB
Susi Dipalak Kacamata Renang Oleh Nelayan Natuna
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Natuna - Usai meninjau Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna di Selat Lampa, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti langsung melakukan kunjungan ke salah satu desa yang terletak di Pulau Tiga.

Di sana, Susi langsung dimintai oleh nelayan beberapa kacamata renang dan juga satu buah kapal.

Susi yang mengenakan pakaian untuk bermain paddleboard itu langsung tancap gas menggunakan sea raider atau kapal karet milik TNI AL yang didampingi oleh Dirjen Perikanan Tangkap Syarief Widjaya dan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti Poerwadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum singgah, Susi menyempatkan diri melihat 12 jajaran kapal nelayan yang terduga sebagai kapal pencuri ikan, di mana berkasnya sudah masuk pengadilan setempat.

"Tolong diperiksa lagi ya berkasnya," kata Syarief meminta ke salah satu petugas Perikanan Tangkap, Natuna, Senin (29/1/2018).

Tidak lama berselang Susi dan rombongan lalu singgah ke salah satu dermaga yang menuju Kampung Malau, Desa Tanjung Kumbik Barat, Kecamatan Pulau Tiga, Natuna.
Susi 'Dipalak' Kacamata Renang Oleh Nelayan NatunaFoto: Hendra Kusuma/detikFinance

"Sekarang sudah ada listrik, jalanannya sudah bagus, nelayan yang dapat alat tangkap bubu mana," kata Susi.

Alat tangkap bubu adalah salah satu jenis alat penangkap ikan yang dioperasikan secara pasif di dasar perairan. Bentuk bubu sangat beraneka ragam, ada yang berbentuk segi empat, trapesium, silinder, lonjong, bulat setengah lingkaran, persegi panjang dan bentuk lain. Bubu dilengkapi dengan pintu masuk (injab).


Jalan sekitar 200 meter dermaga, Susi langsung mendatangi rumah salah satu warga yang sebelumnya pernah dijumpainya pada tahun lalu. Raut senang pemilik rumah pun langsung menyambut kehadiran orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut.

Sebelum bersalaman, Susi meminta kepada pemilik rumah untuk lebih menjaga lingkungan dari sampah plastik.

"Sampahnya banyak banget, tempo hari janji mau bersihin, sekarang saya jengukin sampahnya masih banyak," kata Susi.

Usai duduk di tempat favoritnya, Susi pun langsung memesan satu gelas kopi hitam tanpa gula. Di situ, Dia mengajak ngobrol pemilik rumah juga sebagai nelayan yang mendapatkan alat tangkap bubu dari KKP. Pemberian alat tangkap bubu diberikan bermula saat bertemu lima orang nelayan tengah duduk di warung kopi.

Ketika itu, Susi menghampiri dan mempertanyakan mengapa tidak melaut. Kelima nelayan tersebut sontak menjawab lebih baik menangkap ikan jika memang ada alat tangkapnya.
Susi 'Dipalak' Kacamata Renang Oleh Nelayan NatunaFoto: Hendra Kusuma/detikFinance

Mendengar kisah kelima nelayan tersebut, Susi pun langsung memerintahkan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap untuk memberikan alat tangkap ke seluruh nelayan tersebut.

Kedatangannya kali ini, Susi ingin menanyakan kembali apakah alat tangkap tersebut sudah digunakan, jika sudah digunakan hasilnya bagaimana.

"Si bapak itu juga sudah dapat, sudah kaya dapat ikan banyak belum?kalau iya tidak apa-apa, saya minta komisi sedikit saja," kata Susi.

"Semua dapat, tapi kami enggak punya alat seperti radar satelit, jadi kami pasang di pinggir-pinggir pantai," jawab nelayan.

Setelah asik mengobrol sambil menyesap kopi yang dia tumpahkan ke piring kecil. Susi kembali mendengarkan keluhan nelayan tersebut, dia mengaku untuk saat ini membutuhkan kacamata renang yang digunakan saat mengambil bubu di bawah laut.


"Paling tiga saja bu, biar ngambil bubu enggak kelilipan, tapi kan jujur bu kalau pakai kacamata melihat langsung tarik," kata nelayan tersebut.

"Kita kalau punya nelayan begini, pusing, dia mau ngambil bubu enggak bisa, matanya kelilipan," timpal Susi sambil tertawa.

Usai mendengarkan keluhan nelayan, wanita asal Pangandaran ini langsung meminta kepada para nelayan untuk membentuk koperasi, nantinya akan diberikan satu buah kapal yang akan digunakan oleh 10 nelayan, serta akan memberikan kacamata sesuai keinginan nelayan.

"Sekarang membentuk koperasi saja, 1 kapal nanti untuk 10 orang, selanjutnya juga begitu, sama kacamata," jelas Susi.

Usai mengobrol sekitar 45 menit, Susi pun pamit untuk kembali ke pusat Kota Ranai, Natuna menggunakan kembali sea raider milik TNI AL.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads