Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 30 Jan 2018 12:19 WIB

Mau Bangkrut, GoPro Bayar Gaji CEO Rp 13.500

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta - GoPro sedang berupaya untuk menyelamatkan unit bisnisnya. Perusahaan tersebut kini di ambang kebangkrutan akibat krisis saham yang terus mengalami penurunan.

Mengutip halaman Forbes, Selasa (30/1/2018), dalam kurun waktu 12 bulan GoPro telah kehilangan seperlima nilai perusahaannya.

[Gambas:Video 20detik]


Demi melakukan efisiensi, perusahaan tersebut telah beberapa kali memecat karyawannya. Di awal Januari 2018, GoPro diketahui sedang memproses pemecatan 200 hingga 300 orang karyawannya.

Kemudian pada akhir 2016, sebagaimana dilaporkan Tech Crunch, GoPro juga memecat 100 karyawan di divisi entertainment, dan 270 orang pada 2017.

Imbasnya tak hanya dirasakan oleh karyawan. Pasalnya sang CEO GoPro, Nick Woodman, juga ikut terkena getahnya. Orang nomor satu di perusahaan itu bahkan digaji kecil.

Forbes mengungkap bahwa Woodman mengaku mendapatkan gaji sebesar US$ 1 atau Rp 13.500 (kurs Rp 13.500/US$) di tahun 2018. Padahal sebelumnya ia dikenal sebagai pejabat eksekutif dengan bayaran gaji tertinggi di Amerika Serikat.

Selain melakukan upaya efisiensi perusahaan, GoPro juga membuka diri untuk djual kepada perusahaan lain. Untuk memuluskan jalannya, perusahaan tersebut meminta bantuan kepada JPMorgan, demikian dikutip dari Fortune. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed