Harga Beras Sumbang Inflasi Januari, Ini Sebabnya

Harga Beras Sumbang Inflasi Januari, Ini Sebabnya

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 01 Feb 2018 14:58 WIB
Harga Beras Sumbang Inflasi Januari, Ini Sebabnya
Foto: rengga sancaya
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, tingginya harga beras menjadi salah satu pemberi andil yang besar terhadap inflasi di Januari 2018.

Inflasi Januari 2018 tercatat 0,62% di mana komponen pengeluaran bahan makanan tingkat inflasinya 2,34% dengan andil 0,48%. Dari situ, harga beras andilnya 0,24%, kemudian disusul oleh daging ayam ras andilnya 0,07%, ikan segar 0,05%, cabai rawit 0,04%, dan cabai merah 0,03%, dan beberapa sayuran 0,01%.

Khusus untuk harga beras, Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan, tingginya harga beras dikarenakan beberapa daerah kurang pasokan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapa yang panen, tapi enggak merata," kata Yunita di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2018).


Dia menyebutkan, jika dalam satu daerah pasokannya cukup, namun terkendala pada saat proses distribusi ke kota-kota inflasi. Sehingga, harga dari beras tersebut mengalami peningkatan.

"Memang kadang-kadang di sini cukup cuma masalahnya distribusi ke kota-kota, kota itu kurang pasokan, maka inflasi melejit tinggi," jelas dia.


Diketahui, harga beras kualitas medium, premium dan rendah di penggilingan per Januari 2017 seluruhnya mengalami kenaikan. Untuk kualitas medium Rp 10.177 naik 6,83%, premium harganya Rp 10.350 naik 4,96%, sedangkan rendah Rp 9.793 naik 5,20%.

Jika dilihat dari rata-rata per Januari 2018, mulai dari minggu pertama hingga keempat harga beras terus mengalami kenaikan. Di mana jika dirata-ratakan harga tertingginya Rp 14.555 per kg dan terendah Rp 7.760 per kg.


Ini beberapa kota yang alami tingginya harga beras:

- Bekasi, rata-rata harga sepanjang Januari 2018 Rp 12.922 per kg, atau naik 13% dibandingkan Desember 2017 Rp 11.435 per kg.

- Tasikmalaya, rata-rata harga sepanjang Januari 2018 Rp 11,638 atau naik 16,11% dibandingkan Desember 2017 Rp 10.024 per kg.

- Cilacap, rata-rata harga sepanjang Januari 2018 Rp 12.559 per kg, atau naik 17,26% dibandingkan Desember 2017 Rp 10.711 per kg.

- Purwokerto, rata-rata harga sepanjang Januari 2018 Rp 12.967 per kg, atau naik 16,85% dibandingkan Desember 2017 Rp 11.098 per kg.

- Tegal, rata-rata harga sepanjang Januari 2018 Rp 13.185 per kg, atau naik 12,12% dibandingkan Desember 2017 Rp 11.760 per kg.

- Watampone, rata-rata harga sepanjang Januari 2018 Rp 9.706 per kg, atau naik 14,37% dibandingkan Desember 2017 Rp 8.486 per kg.

- Parepare, rata-rata harga sepanjang Januari 2018 Rp 10.335, atau naik 10,18% dibandingkan Desember 2017 Rp 9.379 per kg. (ara/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads