Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan, pemerintah perlu menanggapi dengan cepat kenaikan harga minyak dunia yang saat ini tengah berlangsung.
Baca juga: Inflasi Januari 2018 Tercatat 0,62% |
Harga minyak dunia saat ini berada di level US$ 68 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kata Yunita, pemerintah telah menegaskan untuk tidak menaikan harga BBM jenis premium hingga Maret 2018. Namun, yang jadi persoalan sekarang mengenai keuangan pemerintah kuat atau tidak seiring dengan meningkatnya harga minyak mentah dunia.
"Memang kemarin sudah diumumkan BBM tidak akan dinaikkan sampai dengan Maret. Tapi gimana kondisi keuangan negara, mampu tidak mengatasi itu. Ini menjadi PR pemerintah. Amat sangat hati-hati karena kenaikan BBM akan mempengaruhi ke semua. Ada dampak langsung dan tidak langsung ke TDL juga akan berpengaruh. Jadi harus hati-hati," jelas dia.
Upaya yang tengah dilakukan pemerintah, kata Yunita, yakni mendorong masyarakat untuk beralih konsumsi BBM jenis Premium ke non subsidi seperti Pertalite dan Pertamax.
"Kalau kita lihat subsidi, dari pemerintah, subsidi makin besar, makanya pemerintah mengeser pengunaannya ke Pertalite dan lain-lain. Arahnya ke situ walaupun sekarang harga dunia naik terus. Pemerintah sedang mikir ini bagaimana caranya mengantisipasi kenaikan harga internasional terhadap harga yang domestik kita," jelas dia. (ara/ara)











































