Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Jumat (2/2/2018). Total impor non migas dari negara adidaya tersebut paling besar merupakan kacang kedelai dengan nilai US$ 947,2 juta pada 2017 dengan volume 188,4 ribu ton.
Sedangkan untuk tahun 2017 nilainya meningkat menjadi US$ 1,13 miliar dengan volume 277,5 ribu ton. Adapun, pada November tahun lalu sebanyak 152,3 ribu ton dengan nilai US$ 62,9 juta. Sedangkan di Desember 2017 kacang kedelai yang masuk sebanyak 174,3 ribu ton dengan nilai US 72, 9 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Kapas pada 2016 nilainya US$ 307,1 juta dan pada 2017 nilainya US$ 513,2 juta
- Gandum tanpa kulit pada 2016 nilainya US$ 190,6juta dan pada 2017 nilainya US$ 243,3 juta
- Bagian lain dari pesawat terbang /helikopter pada 2016 nilainya US$ 132,6 juta dan pada 2017 nilainya US$ 176,0 juta
- Residu pembuatan pati dan residu sejenisnya selain singkong atau sagu pada 2016 US$ 114,1 juta dan pada 2017 US$ 146,2 juta
- Disodium karbonat pada 2016 nilainya US$ 133,1 juta dan pada 2017 nilainya US$ 143,5 juta
- Debu/serbuk kayu pada 2016 nilainya US$ 101,7 juta dan pada 2017 nilainya US$ 138,1 juta
- Alat pembuatan bir atau penyulingan ampas dan limbah pada 2016 nilainya US$ 68,9 juta dan pada 2017 nilainya US$ 110,9 juta
- Helikopter berukuran sedang pada 2016 tidak ada dan pada 2017 nilainya US$ 106juta
- Pulp kayu kimia, soda atau sulfat pada 2016 nilainya US$ 101,4 juta dan pada 2017 nilainya US$ 195,2 juta
- Suplemen makanan pada 2016 nilainya US$ 56,9juta dan pada 2017 nilainya US$ 64, 74 juta
- Susu / krim pada 2016 nilainya US$ 84,2 juta dan pada 2017 nialinya US$ 61,6 juta
-Kertas atau kertas karton pada 2016 nilainya US$ 44,6 juta dan pada 2017 nilainya US$ 55 juta
- Pengeboran terapung atau kapal selam atau platform produksi pada 2016 tidak ada dan pada 2017 nilainya US$ 53 juta
- Minyak pelumas yang mengandung minyak petroleum pada 2016 nilainya 80,1 juta dan pada 2017 nilainya US$ 52,6 juta
- Suku cadang dari mesin bor pada 2016 nilainya US$ 48,1 juta dan pada 2017 nialinya US$ 51,8 juta
- Limbah dan skrap aluminium pada 2016 nilainya US$ 35,4 juta dan pada 2017 nilainya US$ 51,9 juta
- Apel segar pada 2016 nilainya uS$ 61,5 juta dan pada 2017 nilainya 51,1 juta (dna/dna)










































