Negara G8 Didesak Hapus Utang Seluruh Negara di Afrika
Senin, 20 Jun 2005 10:48 WIB
Jakarta -
Para pemimpin negara Afrika mendesak kumpulan negara maju, G8 tidak hanya menghapuskan utang 18 negara miskin Afrika, namun seluruh negara Benua Afrika. G8 didesak memutuskan penghapusan utang seluruh negara Afrika dalam pertemuannya bulan depan di Skotlandia.Seruan itu disampaikan enam pemimpin Afrika dalam pertemuannya di Nigeria, seperti dilansir AFP, Senin (20/6/2005). Dalam pernyataan bersama, para pemimpin negara Afrika itu menyatakan, keputusan G8 untuk menghapuskan utang 18 negara miskin Afrika sebagai sebuah kemajuan. Namun mereka menyerukan perlunya langkah lanjutan dengan menghapuskan utang seluruh negara Afrika. Presiden Nigeria, Olusegun Obasanjo menjadi pemimpin dalam pertemuan kali ini. Hadir pula pemimpin dari Aljazair Abdelaziz Bouteflika, pemimpin Ghana John Kufuor, pemimpin Rwanda Paul Kagame, pemimpin Sierra Leone Ahmad Tejan Kabbah dan pimpinan Afsel Thabo Mbeki.Negara G8 pada pertemuannya awal Juni ini telah memutuskan penghapusan utang 18 negara miskin Afrika. Dari jumlah itu, 14 negara di antaranya memiliki total utang US$ 40 miliar. Para pemimpin Afrika itu juga meminta pengucuran dana yang lebih banyak untuk perdamaian di Afrika dan program keamanan serta bantuan pembangunan. Mereka minta bantuan itu dilipatgandakan dalam periode 3 tahun ke depan, agar negara-negara Afrika bisa memenuhi millenium goal.Mereka juga mendesak diciptakannya sebuah dana pembangunan sebesar US$ 20 miliar yang akan diatur oleh African Development Bank. Dana itu akan digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pengairan, sanitasi dan pertanian dalam sebuah program ambisius yang tertuang dalam program yang dikenal sebagai NEPAD.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































