Harga Minyak Capai US$ 58/Barel
Keuangan Pertamina Bermasalah
Senin, 20 Jun 2005 12:24 WIB
Jakarta - Membumbungnya harga minyak dunia membawa dampak tidak mengenakkan bagi Indonesia. Pertamina mengakui, keuangannya pada bulan depan akan tergencet tingginya harga minyak dunia yang mencapai level US$ 58,6 per barel."Bulan depan akan ada masalah keuangan, sehingga kita harap pemerintah akan bantu terus," tegas Dirut Pertamina Widya Purnama.Widya menyampaikan hal itu saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2005). Hadir dalam kesempatan itu Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Menurut Widya, dengan minyak mentah sebesar US$ 58,6 per barel, maka harga produk bisa mencapai US$ 70 per barel. "Minyak tanah bisa lebih mahal lagi," tambahnya. Namun demikian, tegas Widya, kendati harga minyak tanah tinggi, Pertamina menjamin tidak akan ada kelangkaan. "Jadi sekarang kita coba bersama menyusun distribusi BBM," ujarnya. Widya juga menyerukan kembali kepada masyarakat dan industri untuk menekan penggunaan BBM.Widya juga mengakui, saat ini masih ada 3 L/C yang tertunda. "Tapi akan segera diselesaikan. Ini hanya masalah pembayaran mudah-mudahan bisa diatasi," tukas Widya yang berharap APBN-P segera selesai pembahasannya agar kucuran dana ke Pertamina bisa lancar.
(qom/)











































