Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, jika melihat total transaksi online di Indonesia di tahun 2016 yang sebesar US$ 20 miliar, transaksi tersebut sejatinya masih sangat kecil dari target sebesar US$ 200 miliar. Menurutnya jumlah angka saat ini belum terlalu signifikan pengaruhnya terhadap produk lokal Indonesia.
"Kita selalu memberikan peluang yang memudahkan. Bagaimana kita mendorong pelaku-pelaku lokal ini juga bisa bersaing. Tapi kalau menurut saya, yang sekarang terjadi ini masih untuk menggairahkan. Kalau enggak, ekosistemnya enggak akan tumbuh. Ini harus jadi dorongan. Toh mereka (e-commerce) juga akan bayar pajak di Indonesia kok," katanya dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (3/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Mendorong Produk Lokal di Bisnis E-Commerce |
"Dari sisi investasi, teknologi, expertise, kita bisa lihat kita nikmati keriuhan ini, tapi jangan sampai membuat momen ini membuat lokal kita tertinggal jauh. Karena kecepatannya ini sedemikian rupa, sehingga pada saat kita baru bicara meningkatkan produk lokal kita di domestik, mereka sudah bicara bagaimana membawa produk mereka ke seluruh dunia," ungkapnya.
"Jadi yang harus kita lihat bagaimana kita membawa lokal ini bisa lebih cepat bersaing. Kapan lokal kita ini harus bisa lebih cepat dari yang kita bayangkan. Karena kalau saat asing masuk secara natural, kita akan ketinggalan tentunya. Tapi mereka juga belum terlalu agresif menurut saya. Karena sekarang masih di permukaan, masih belum mengeksploitasi pasar lokal," sambungnya. (eds/hns)











































