Bappenas Rencanakan Progam Kesejahteraan Nelayan dan Petani
Senin, 20 Jun 2005 13:08 WIB
Jakarta -
Rendahnya kesejahteraan petani dan nelayan masih menjadi kendala utama di sektor pertanian dan kelautan. Bappenas merencanakan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan petani. Demikian dikatakan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (20/6/2005). Anik, begitu Sri Mulyani dipanggil, dalam rapat itu membahas program sektor pertanian, perikanan dan kelautan, dan kehutanan.Masalah lain yang dihadapi ketiga sektor itu antara lain masih rentannya ketahanan pangan, rendahnya produktivitas perikanan dan teknologi budi daya perikanan. Rendahnya pemanfaatan hutan nonkayu dan tingginya pemanfaatan hutan yang melebihi daya dukung hutan itu sendiri juga menjadi masalah tersendiri.Makanya Bappenas, kata Sri Mulyani, tengah melakukan program utama untuk mengatasi masalah di sektor-sektor itu. Program itu antara lain, peningkatan kesejahteraan petani, pengembangan agribisnis dan pengembangan sumber daya perikanan dan pemanfaatan potensi hutan.Sri Mulyani menyebutkan, ketiga sektor ini pada tahun 2000 menyerap hingga 40,6 juta tenaga kerja. Sektor pertanian yang terbanyak yakni sebesar 34,97 juta tenaga kerja, lalu kelautan dan perikanan sebesar 3,3 juta dan kehutanan sebanyak 2,3 juta. Sedangkan kontribusi terhadap PDB tahun 2003, sektor pertanian menyumbang 15 persen, perikanan dan kelautan sebesar 2,5 persen dan sektor kehutanan sebanyak 1,5 persen. Untuk kontribusi terhadap ekspor nonmigas, sektor pertanian menyumbang sebesar 5,33 persen, sektor kelautan dan perikanan sebesar 3,47 persen.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































