Pedagang sembako, Tulus beralasan kenaikan harga cabai karena cuaca sedang kurang bagus. Akibatnya cabai yang ditanam oleh petani rusak dan tidak bisa dijual. Hal itu membuat stok berkurang dan menyebabkan harga naik.
"Iya stok kurang. Biasanya kalau hujan (petani) enggak metik. Kalau hujan dia busuk, jadi rusak," kata dia ketika berbincang dengan detikFinance, Jakarta, Minggu (4/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau biasanya kalau hujan begitu di sananya udah susah (stoknya). Cabai kalau hujan gampang rontok, gampang busuk," paparnya.
Selain itu, kenaikan harga cabai juga bisa disebabkan oleh adanya kendala dalam proses pengiriman.
"Kendala pengiriman juga bisa, soalnya cabai, bawang, enggak bisa distok. Sehari-2 hari juga sudah susut, beratnya kurang," tambahnya.
Pedagang bernama Nur, menyatakan ketersediaan barang amat menentukan harga cabai di pasaran.
"Tergantung keadaan barangnya. Beda semenit saja beda harga di (pasar) induk. Kalau kita punya stok, orang lain enggak ada, udah dinaikan saja, orang kan mau enggak mau mesti beli," ujarnya.
Kondisi tersebut dinilainya memang karena cuacanya sedang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman cabai sehingga menyebabkan gagal panen. Pengiriman yang terhambat juga dinilainya berpengaruh.
"Mungkin pengaruh cuaca. Pengiriman telat juga bisa naik. Telat kirim saja kalau barang lagi kosong pada naik aja sudah," lengkapnya. (dna/dna)











































