Pertamina Pusing Ngurusi Pasokan Gas PIM

Pertamina Pusing Ngurusi Pasokan Gas PIM

- detikFinance
Senin, 20 Jun 2005 14:26 WIB
Jakarta - Pasokan gas untuk PT Pupuk Iskandar Munda (PIM) hingga kini masih belum jelas. Pertamina yang diberi tugas mengurusi pasokan gas untuk pabrik pupuk di Lhokseumawe ini malah mengaku pusing."Saya pusing! Saya harus cari jalan yang belum ketemu karena barangnya (gas-red) belum ada. Karena barang yang dari Oman sudah dilepas sebulan yang lalu," kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Arie Soemarno dalam rapat kerja antara Komisi VII DPR, Pertamina dan Menteri ESDM di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (20/6/2005).Arie mengungkapkan, Pertamina saat mendapatkan gas dari Oman di pasar spot diberi waktu selama dua hari. "Kita ditawari di Selasa awal Mei dan Kamis sore harus kasih jawaban tapi dananya tidak ada," katanya.Departemen Keuangan saat ini sudah mencairkan dana sebesar US$ 16 juta dan PIM berkomitmen untuk menambah US$ 7 juta sehingga menjadi US$ 23 juta. Dana sebesar itu belum menjamin akan mendapatkan pasokan gas. "Saya nggak tahu, karena harga gas berkisar US$ 27 juta per kargo," katanya. Arie menyatakan, Pertamina saat ini telah melakukan negosiasi dengan Qatar dan minta ke semua pihak seperti Shell yang punya gas di Nigeria, Petronas dan Australia. "Kita mulai tanya Qatar bagaimana untuk pembayaran LNG di Pertamina di tahun depan. Mereka jawab you beli, you bayar. Artinya tinggal pemerintah siapkan dananya," kata Arie.Dia juga mengeluhkan pasar LNG yang sangat ketat. Semula diprediksi pada musim panas ada peluang untuk mudah mendapatkan LNG. Tapi ternyata tidak, karena ada peningkatakan konsumsi LNG.Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Jepang juga bermasalah makanya Jepang butuh banyak LNG. Pertamina juga melakukan kerjasama dengan Brunei dan Malaysia untuk memenuhi pasokan gas. Kerjasama lainnya adalah dengan melakukan perjanjian penggunaan kapal-kapal LNG milik Pertamina untuk Brunei dan Malaysia. "Turunnya penjualan LNG Pertamina mengakibatkan kapal-kapal tidak berfungsi," kata Arie. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads