Menhub: Libatkan BUMN di Proyek Double Track & 50 Loko
Senin, 20 Jun 2005 15:18 WIB
Jakarta - Menteri Perhubungan Hatta Rajasa meminta BUMN seperti PT INKA, PT LEN dan PT Krakatau Steel diikutkan dalam proyek pembangunan double track jalur rel kereta api Yogya-Kroya dan pengadaan 50 lokomotif kereta api. Dana dua proyek ini berasal dari pinjaman Cina sebesar US$ 300 juta untuk pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia."Saya inginkan agar itu bisa dikerjakan bersama. Jadi konsep saya, kalau ada bantuan dari luar negeri tidak hanya kita terima saja, tapi kita kaitkan dengan kebutuhan industri kita," kata Hatta Rajasa di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (20/6/2005).Hingga kini, pembuatan lokomotif dalam negeri masih sangat sulit karena biayanya terlalu besar. "Karena tidak ada duit akhirnya kita impor," katanya.Lokomotif yang berasal dari Cina harganya lebih rendah ketimbang lokomotif buatan negara Eropa dan Amerika. "Hampir-hampir harganya mencapai separuh dari hara lokomotif dari Eropa dan AS," ungkap Hatta.Harga lokomotif dari Cina mencapai US$ 1 juta/unit, sementara harga lokomotif dari AS dan Eropa harganya mencapai US$ 1,7 juta. "Jadi kita bisa menghemat US$ 700 juta," ucap Hatta. Saat ini, industri lokomotif Cina sangat maju. Lebih dari 10 negara mengimpor lokomotif Cina termasuk Malaysia, Iran dan Pakistan.
(mar/)











































