Siapa Produsen Busana Muslim Terbesar Dunia? Jawabannya Ada di Sini

Siapa Produsen Busana Muslim Terbesar Dunia? Jawabannya Ada di Sini

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 05 Feb 2018 21:24 WIB
Siapa Produsen Busana Muslim Terbesar Dunia? Jawabannya Ada di Sini
Ilustrasi Busana Muslim (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan kepada jajarannya untuk mengembangkan ekonomi syariah di tanah air. Salah satu arahannya adalah mengembangan industri produk-produk halal seperti busana muslim, makanan hingga pariwisata halal.

Arahannya tak berlebihan, karena Indonesia dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia adalah pasar produk halal yang sangat potensial.

Sayang, potensi yang besar itu, selama ini masih dinikmati oleh produsen dari negara lain. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini produk busana muslim misalnya, masih didominasi oleh produk-produk China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia posisinya adalah pasar dari produk halal bahkan yang mengejutkan ekspor busana muslim di dunia itu adalah China," kata Bambang di Komplek Istana, Jakarta, Senin (5/2/2018).

Bambang menuturkan, Indonesia memiliki peluang untuk mengoptimalkan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk di sektor industri maupun jasa keuangan, mengingat penduduknya yang mayoritas muslim.

Saat ini, kata Bambang, Indonesia menjadi negara yang tidak masuk lima besar sebagai produsen busana muslim di dunia. Bahkan, untuk urusan pariwisata syariah pun hanya menduduki posisi empat.

"Ini menjadi perhatian di bagian tersebut dan harusnya bisa mendorong ekspor, dan hanya wisata nomor 4 yang lain-lain kosmetik masih ketinggalan," tambah dia.

Oleh karena itu, Bambang bilang, pemerintah segera membuat roadmap pengembangan sektor industri manufaktur halal. Untuk menunjang hal itu juga akan dibahas segera aturan lanjutan UU Halal yang memberikan kepastian di bidang usaha.

"Kita segara membuat roadmap pengembangan sektor riil industri manufaktur halal. Untuk menunjang itu akan segara dibahas aturan lanjutan UU halal yng meberikan kepastian di bidang usaha tidak memberatkan mereka di operasi," tambah dia.

Selain itu, kata Bambang, Indonesia juga perlu membuat bank syariah dengan skala besar sebab yang ada saat ini masih dalam ukuran skala kecil. Sehingga, kegiatannya masih terpecah-pecah.

"Kita berupaya akan adanya bank syariah yang besar yang basis utamanya dari BUMN akan menggandeng swasta," jelas dia. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads