Bappenas Minta BPS Sensus Penduduk Miskin
Senin, 20 Jun 2005 19:03 WIB
Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta Biro Pusat Statistik (BPS) melakukan sensus terhadap penduduk miskin. Sensus dilakukan agar peta penduduk miskin terlihat dengan jelas.Hal ini disampaikan oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR-RI di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (20/6/2005).Dengan sensus ini, nantinya akan terlihat bagaimana kondisi orang miskin di desa, kota, desa petani ataupun desa nelayan. Sehingga bisa dibandingkan secara konsisten data kemiskinan ini antar tahun dan daerah. Dikatakan Anik begitu panggilan Sri Mulyani, BPS sedang membuat desain untuk teknis sensus tersebut. Sensus ini basisnya adalah individu orang per orang dan keluarga sehingga lebih detail dan lengkap, tidak seperti data yang sekarang yang masih secara makro. Perkiraan anggaran untuk sensus penduduk miskin ini sekitar Rp 200 miliar dan akan selesai pada akhir tahun 2005 ini.Data kemiskinan yang baru ini diperlukan untuk pemetaaan alokasi dana kompensasi BBM agar alokasi dana itu dapat tersalurkan dan sampai kepada rakyat yang membutuhkan. "Karena selama ini data yang digunakan adalah data dari BKKBN dan BPS yang datanya masih data yang lama, makro dan belum lengkap," ungkap Anik.
(mar/)











































