IMF Mission Chief for Indonesia, Luis Breuer melihat program Jokowi tersebut cukup menjanjikan untuk mendorong mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meskipun menurutnya, masih perlu ada evaluasi di akhir tahun untuk menguji efektifitasnya.
"Program yang baru ini harus dilihat lagi di akhir tahun untuk melihat dampaknya. Namun tampaknya ini cukup menjanjikan," kata Luis di Kantor IMF Jakarta, Rabu (7/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Evaluasi, kata Luis, diperlukan mengingat program ini tergolong baru dan belum pernah diterapkan sebelumnya di Indonesia.
"Ini merupakan program pembiayaan yang baru dirilis tahun ini," tambah dia.
Dalam program ini, Jokowi, memberikan bantuan langsung kepada masyarakat namun dengan pola padat karya. Artinya masyarakat yang dilibatkan akan diberikan pekerjaan membangun infrastruktur.
Atas pekerjaan yang mereka lakukan, pemerintah akan melakukan pembayaran kepada mereka yang terlibat di program ini setiap minggu, bahkan Jokowi meminta agar bisa dibayarkan harian.
Dengan pola seperti itu, program ini dipandang bisa membantu mengurangi pengangguran. Pasalnya, banyak tenaga kerja yang terserap lewat program padat karya cash tersebut.
"Program ini mendukung orang-orang yang membutuhkan pekerjaan untuk terlibat dan pemerintah memfasilitasinya," ujar Luis. (ara/dna)











































