Follow detikFinance
Rabu 07 Feb 2018, 13:48 WIB

Sri Mulyani Minta Swasta Lebih Gencar Bangun Infrastruktur

Hendra Kusuma - detikFinance
Sri Mulyani Minta Swasta Lebih Gencar Bangun Infrastruktur Foto: Puti Aini Yasmin
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginginkan peran swasta untuk lebih berkontribusi pada proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Berdasarkan RPJMN 2014-2019 kebutuhan dana investasi pembangunan infrastruktur mencapai Rp 5.000 triliun. Menurut Sri Mulyani, hal ini tidak bisa dipenuhi hanya dengan APBN dan perlu dukungan dari swasta.

"Dari pelabuhan, perumahan, jalanan, bandara, rel kereta api, pembangkit listrik juga dilakukan, ini membantu konektivitas, dan menurunkan biaya logistik, dan ini akan berarti menjadi efisiensi baik ekonomi daerah lebih baik, tetapi juga mengurangi kesenjangan antar kawasan, pembangunan dirasakan orang Indonesia di manapun berada," kata Sri Mulyani saat acara Mandiri Investment Forum 2018 di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

"Infrastruktur menjadi suatu barang publik yang bagus, kita semua tahun bahwa tidak semua infrastruktur dibiayai pemerintah, swasta diharapkan perlu terlibat, saya datang ke setiap kementerian dan meminta untuk mereka mendesain ulang dengan menggunakan lebih banyak menggunakan kemitraan, agar bisa membantu staf kementerian dengan model KPBU," tambah dia.

Agar para pihak swasta mudah terlibat dalam proyek pembangunan infrastruktur, Sri Mulyani menyebutkan pemerintah terus menjaga iklim investasi tetap stabil, memudahkan beban regulasi, hingga mengajak investor terlibat melalui instrumen pasar modal.

"Komodo bonds itu sukses, aaya percaya ini contoh yang bagus bahwa inovasi bisa dilakukan khususnya di BUMN kita, untuk menggunakan reputasi nasional kita. Hal yang sudah disebutkan Indonesia yakin mendapatkan pendanaan, agar bisa membiayai pembangunan kita," jelas dia.

Pemerintah juga akan terus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini sudah berada di level 5%. Sri Mulyani juga meminta kepada BUMN terus berkolaborasi bersama swasta untuk membangun banyak infrastruktur di Indonesia.

"Kita butuh sektor swasta untuk terlibat, BUMN sudah berkontribusi, jalan di depan itu masih jauh dan berkelok, saya berharap dalam forum ini menciptakan inovasi dan menjadi awal kolaborasi pemerintah, BUMN, dan swasta berdasarkan kepercayaan, respek berdasarkan etika integritas, dan Indonesia bisa berbagi kesejahteraan," tutup dia. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed