Follow detikFinance
Rabu, 07 Feb 2018 17:59 WIB

Kejar Ekspor Tumbuh 11%, Mendag Pesan Ini ke Bappebti

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita hari ini membuka diskusi umum Outlook Perdagangan Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang, dan Pasar Lelang Komoditas di kantornya, Jakarta Pusat.

Di sini Enggar menyoroti peran Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Melalui unit eselon I di Kementerian Perdagangan ini dia menginstruksikan agar ada sinergi antara perdagangan berjangka komoditi, sistem resi gudang, dan pasar lelang komoditas.

"Industri perdagangan berjangka komoditi, sistem resi gudang, dan pasar lelang komoditas harus bersinergi dalam menghadapi era perdagangan digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Enggar di Kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).

Dia meminta agar Bappebti bisa ikut memacu daya saing Indonesia di sektor perdagangan, baik segi eskpor maupun impor lewat perdagangan berjangka komoditi.

"Saya sampaikan, di Bappebti agar meningkatkan betul daya saing produk dan ekspor serta pengendalian impor melalui optimalisasi pemanfaatan perdagangan bursa berjangka komoditi sebagai sarana lindung nilai (hedging) di luar dari perdagangan," katanya.


Lalu terkait dengan sistem resi gudang, Enggar menyoroti soal kondisi sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Dia memiliki peran untuk memantau stok komoditas dan alternatif pembiayaan modal kerja petani, UKM, koperasi dan pelaku usaha lainnya.

"Pada waktu yang lalu kita bangun itu semua, kita serahkan ke pemerintah daerah tapi kita lupa untuk siapkan pengelolanya dengan baik dengan sistem yang ada. Untuk itu sekarang ini kita mundur sedikit, benahi itu," jelasnya.

Yang jadi persoalan lainnya, lanjut Enggar, mengenai masih adanya gudang yang mangkrak di beberapa tempat. "Itu lah pertanggungjawaban kami. Jujur itu yang terjadi, itu yang akan kita perbaiki," terangnya.


Enggar juga menyorot soal pasar lelang komoditas terkait dengan price discovery dan reference price. Price discovery sendiri merupakan proses penentuan harga suatu aset melalui interaksi antara pembeli dan penjual di pasar. Sementara reference price ialah tingkat harga yang dijadikan patokan.

"Ketiga meningkatkan optimalisasi pasar lelang komoditas untuk efisiensi mata rantai perdagangan untuk price discovery dan price reference," jelasnya.

Tambah Enggar, pasar lelang komoditas berfungsi untuk efisiensi mata rantai perdagangan dan menunjang ekspor komoditas unggulan. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed