"Realistis. Itu suatu yang harus kita capai dan bukan hanya sekadar angka yang tidak achieveable (bisa dicapai). Karena kalau kita kemarin kita lihat pertumbuhan kita targetnya 5,6%, tercapai 16 sekian persen (16,22% pada 2017). Jadi itu yang kita optimis bisa mencapai," kata Enggar di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).
Dirinya juga tidak lupa dengan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan bahwa kunci mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah meningkatkan investasi dan ekspor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut Enggar, salah satu upaya meningkatkan ekspor adalah dengan mengoptimalkan perjanjian perdagangan luar negeri. Kemudian, sistem barter komoditas menurutnya juga perlu dilakukan.
"Hanya, sekarang bagaimana kita bersaing dengan negara lain. Dari roadshow yang kita lakukan, saya punya optimisme. Kita akan upayakan barter. Jadi out of the box. Kita tidak hanya jual beli tapi juga barter," jelasnya.
Hal itu akan melibatkan para stakeholder, mulai dari pengusaha di bidang ekspor hingga impor.
"Dan pengusaha yang sudah cukup punya kemampuan tidak akan bebani APBN. Kali ini saya ajak mereka, mari berbuat untuk ekonomi bangsa. Jadi mereka akan punya waktu untuk itu," ujarnya.
"Dengan pendekatan hubungan bilateral saya yakin itu bisa tercapai," tambah Enggar. (zlf/zlf)











































