Listrik Jawa Bali Normal, Rabu
Selasa, 21 Jun 2005 12:39 WIB
Jakarta - Ancaman pemadaman listrik di Jawa-Bali hingga malam ini masih terjadi. Pembangkit listrik di PLTGU Grati di Pasuruan, Jawa Timur, belum bisa beroperasi karena kehabisan BBM. Tapi Rabu (22/6/205), pasokan listrik akan kembali normal.PLN memastikan, proses uploading BBM di PLTGU Grati baru akan selesai hari ini. Dipastikan, hanya PLGU Grati saja yang berhenti beroperasi, sedangkan pembangkit lainnya masih akan beroperasi."Proses uploading akan makan waktu 24 jam. Besok, akan mulai beroperasi. Kita tetap imbau masyarakat menghemat pemakaian listrik," kata General Manager PT PLN Bidang Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban Jawa Bali Muldjo Adji kepada detikcom melalui telepon, Senin (20/6/2005).Muljo menyatakan, PLTGU Grati yang menghasilkan listrik 750 megawatt (MW) adalah bagian dari pembangkit listrik interkoneksi Jawa Bali. Sehingga pemadaman nanti malam belum dapat dipastikan daerahnya, karena akan dilakukan secara acak."Tapi itu semua tergantung beban puncaknya. Jika beban puncaknya tidak besar, karena penghematan tentunya tidak akan ada pemadaman," kata Muldjo.Soal keterlambatan pasokan BBM, dia tidak dapat menanggapinya terlalu jauh. Karena pasokan BBM adalah kewenangan dari Pertamina. "Yang pasti kita terus koordinasi dengan Pertamina berapa kebutuhan BBM dan kapan BBM harus dikirim," ujar Muldjo.Sedangkan untuk pembangkit lainnya, Muldjo memastikan hingga kini masih beroperasi. "Kita sudah kirim jadwal pengirimannya. Saya kira tidak akan perubahan," katanya.Menneg BUMN Sugiharto menyatakan, keterlambatan pasokan BBM ke PLN sifatnya hanya sementara saja dan akan normal kembali dalam waktu dekat. "Ini hanya temporary mismatch, kita dapat jaminan dari direksi (Pertamina-red) pada tanggal 24 sampai 25 Juni kembali ke level yang aman," kata Sugiharto saat peluncuran joint venture system antara Garuda dan Lufthansa di Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (21/6/2005).Sugiharto mengakui, saat ini PLN belum dapat pasokan BBM dari Pasuruan, namun hal itu sifatnya sangat sementara dan bisa diatasi.Kata Sugiharto, PLN mengaku punya masalah karena adanya kenaikan harga BBM."Dengan kenaikan harga minyak, banyak sekali orang menggunakan listrik daripada minyak".PLN pada tahun 2005 ini perspektifnya harus untung. "Saat ini sedang dihitung berapa besar subsidi BBM-nya supaya PLN tidak rugi," ujar Sugiharto.
(mar/)











































