Follow detikFinance
Jumat, 09 Feb 2018 08:36 WIB

Agar Orang Indonesia Mudah Cari Kerja

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - Agar ekonomi Indonesia bisa berlari lebih kencang dibanding saat ini, penciptaan lapangan kerja baru yang lebih banyak menjadi hal yang mutlak dilakukan. Caranya adalah mengembangkan industri sektor manufaktur.

Sayang, pengembangan industri manufaktur di Indonesia belum bisa terlalu agresif. Apa penyebabnya?

Ekonom sekaligus Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, masalah utamanya ada di persoalan klasik yakni masalah perizinan.

Diakuinya, peringkatan kemudahan berbisnis di Indonesia sudah semakin baik ditandai dengan naiknya peringkat kemudahan berusaha alias ease of doing business yang naik dari peringkat 91 ke 72.

Dalam implementasinya, calon investor baru memiliki kemudahan akses terhadap sejumlah perizinan. Misalnya di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang bisa memperoleh 3 izin permulaan investasi hanya dalam waktu 3 jam.

"Sekarang di BKP sudah bisa urus 3 izin dalam 3 jam. Itu dalam 3 jam bisa dapat Izin Prinsip, NPWP dan lainnya," kata dia saat berbincang dengan detikFinance belum lama ini.

Meski demikian, menurutnya hal tersebut belum cukup.

"Dengan tiga itu belum cukup. Apa dalam 3 itu lalu orang bisa bangun pabrik? Enggak bisa. Tiga izin itu hanya di pusat, di Jakarta. Kamu mau bangun apa di Jakarta. Kalau orang mau bangun pabrik itu di daerah," kata Chatib.

Sayangnya, perizinan di daerah belum sejalan dengan kemudahan perizinan di tingkat pusat. Masih banyak pemerintah daerah yang belum terbuka dengan masuknya investasi baru di daerahnya.

"Bangun pabrik itu butuh IMB (Izin Mendirikan Bangunan), izin lokasi dan sebagainya. Itu adanya di daerah. Kalau daerahnya masih sulit, yang bangun pabrik juga sulit," jelas Chatib.


Untuk itu, sambung dia, untuk mendongkrak investasi manufaktur yang bisa menyerap banyak tenaga kerja, maka kuncinya adalah kemudahan investasi di daerah.

"Kalau ingin genjot manufaktur, pembangunan pabrik baru, maka perizinan di daerah harus dipermudah. Pemda harus mau bekerja sama. Kalau masih ada hambatan di pemda, sampai kapanpun akan sulit dicapai," tandas dia.

(dna/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed