Darmin mengatakan bahwa rapat yang digelar di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta itu membahas terkait ekspor dan investasi. Sehingga pihaknya memutuskan untuk memfokuskan pada dua hal.
Pertama dengan mengidentifikasi beberapa industri yang dinilai memiliki nilai ekspor yang tinggi. Dengan begitu pinaknya mampu mendorong investasi dan eskpor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, kata Darmin, pihaknya juga akan mencari pasar ekspor baru dan mengintensifkan pasar yang sudah. Misalnya dengan melakukan perjanjian regional ataupun bilateral. Dengan begitu pertumbuhan investasi dan ekspor Indonesia dapat dipandang oleh pasar global.
"Yang kedua juga sekaligus untuk menunjukkan ke dunia usaha bahwa kita ada perubahan di dalam kecepatan kita mengurusi investasi dan ekspor dalam orang berusaha. Yang kedua, itu untuk selain mencari market baru itu beberapa perjanjian regional atau bilateral kita tetapkan beberapa prioritas untuk diselesaikan terutama dengan Australia dengan Uni Eropa," imbuhnya.
Lebih lanjut, Darmin menilai bahwa ekspor dan investasi ini memiliki permasalahan di mana selama ini Indonesia hanya melakukan ekspor bahan mentah. Nah untuk mengatasi itu pihaknya fokus melakukan program hilirisasi.
"Sebenarnya problematika kita ada di hilirnya karena selama ini kita ekspornya mentah. Sekarang juga Pemerintah sedang program hilirisasi," tutupnya. (zlf/zlf)











































