Follow detikFinance
Jumat, 09 Feb 2018 18:08 WIB

Menteri Keuangan Sedunia Bakal Kumpul di Bali, Ini yang Dibahas

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Luthfy Syahban Foto: Luthfy Syahban
Jakarta - Bank Dunia melaporkan, pada tanggal 8 Oktober sampai 14 Oktober 2018, menteri keuangan seluruh dunia akan berkumpul di Bali. Hal tersebut dalam rangka gelaran pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali.

Acara internasional tersebut akan dihadiri oleh 15.000 sampai 20.000 perserta, yang berasal dari pemangku kepentingan, pengusaha, hingga akademisi. Lalu apa saja yang akan dibahas?

Press Secretary External and Corporate Relation World Bank, David M Theis mengatakan, acara tersebut akan membahas beberapa isu global, hingga capaian kinerja perekonomian Indonesia.

"Jadi kami ingin melihat dulu apa yang akan dibahas, tapi biasanya pertumbuhan ekonomi, pembangunan SDM, dan isu komponen pembangunan, investasi, pendidikan, ada beberapa isu prioritas bagi pemegang saham, di mana yang sebelumnya dibahas mungkin akan diangkat kembali di Indonesia," kata David saat Press Briefing IMF-WB 2018 di Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Dia menyebutkan, acara IMF-WB 2018 di Bali juga memberikan banyak benefit untuk Indonesia, apalagi untuk sektor perekonomian.

"Benefitnya Indonesia punya peluang untuk terdengar di global, Indonesia pernah menjadi tuan rumah, ini kesempatan Indonesia menunjukkan pencapaian yang sudah tercapai, ini kesempatan Indonesia bahwa punya kekuatan ekonomi, keuntungan lain bagi tuan rumah yaitu moneter, karena banyak dolar yang banyak masuk karena ada 15-20 ribu yang masuk," ujar dia.

"Di sisi lebih luas lagi kami diberi tugas oleh dewan kami mendengar banyak hal untuk dibahas, seperti di World Bank yang berhubungan human capital, itu yang selalu kami anjurkan dan lebih banyak lagi investasi, dan bagaimana memobilisasi dana swasta untuk pembangunan. Kami selalu bicara menemukan inovasi seperti belended financing untuk modal pembangunan," tambah dia.

Persiapan pemerintah untuk menjadi tuang rumah pertemuan internasional IMF-World Bank 2018 di Bali sudah baik. Mulai dari infrastruktur hingga keamanan selama acara berlangsung.

David mengatakan, pemerintah Indonesia sudah menjalankan semua rencana yang disusun sebelum acara pertemuan internasional tersebut berlangsung.

"Jadi hal yang positif, Indonesia cukup beruntung, punya ruang konfrensi, jadi infrastruktur yang bagus, bahwa pemerintah tidak perlu mengeluarkan uang lagi, jadi menurut saya Indonesia sudah cukup maju," ungkapnya.

Dia menceritakan, persiapan Indonesia terbilang lebih unggul dibandingkan dengan perhelatan yang sama di beberapa negara sebelumnya.

"Waktu kami persiapan di Lima, vaneu-nya belum dibangun, bahkan konstruksi baru dimulai saat mendekati acara, Indonesia cukup beruntung," tambah dia.

Menurut dia, Bali sudah memiliki infrastruktur mulai dari bandara hingga akomodasi kendaraan penunjang di lokasi acara.

Dari sisi keamanan, David bilang dari hasil koordinasi yang dilakukan, para penegak keamanan seperti Kepolisian dan TNI berkomitmen untuk mensukseskan pertemuan internasional IMF-World Bank di Bali.

Bahkan, pemerintah juga menjamin dampak dari erupsi gunung Agung tidak akan memberikan pengaruh apa-apa terhadap acara tersebut.

"Pemerintah serius untuk acara ini, perencanaan juga sudah sangat matang, saya lihat keseriusan pemerintah soal acara ini. Walaupun kita tidak bisa meramal apa yang terjadi, karena dari Oktober tahun lalu sudah memonitor angin bertiup, untuk memastikan kalau terjadi apa-apa tidak mengganggu. Yang penting Indonesia berkomitmen menjadi tuan rumah, dan saya sampaikan fasilitas sudah baik," kata dia.

Bahkan, Bank Dunia menyebutkan, pemerintah Indonesia tidak menyediakan rencana lain atau plan b terkait dengan lokasi pertemuan internasional IMF-World Bank 2018 di Bali meskipun Gunung Agung masih menunjukkan aktivitas vulkanik.

"Pemerintah yang sudah menyiapkan, apa yang kami dengar dari pemerintah, letusan gunung itu akan mengarah jauh dari Bali, aktivitas seismik yang dikomunikasikan kalau ada bahwa mereka yang disampaikan, terjadi anginnya mengarah keluar Bali, itu sudah di monitor, dan kami diberitahu sudah ada pengawasan mengenai geologi dan kegiatan seismiknya. Bahkan beberapa hari kami tidak melihat kegiatan gunung, pemerintah sudah melakukan pengawasan dan monitoring, tapi belum ada rencana cadangan atau backup," tutup dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed