Hal tersebut dilakukan karena dirinya menemukan sarang tukik atau anak penyu tepat di belakang hotel tempatnya menginap. Saat dihampiri, ternyata terdapat 74 telur penyu yang baru menetas.
"Ini menandakan biomas laut kita terbukti membaik seperti dirilis Universitas Santa Barbara di Amerika Serikat bahwa biomas kita naik hampir dua kali lipat," kata Susi dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Sabtu (10/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. KKP |
Sebagai informasi, sarang tersebut pertama kali ditemukan oleh dua nelayan yang kemudian mengabari Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Brahmantya Satyamurti yang sedang berolahraga di sekitar tempat kejadian. Pria yang akrab disapa Tyo pun langsung bergegas memberi tahu Susi.
Oleh karenanya, ia pun memutuskan untuk melepaskan anak penyu tersebut ke Samudera Hindia. Susi juga menilai bahwa kondisi tersebut merupakan tanda biota laut yang semakin membaik.
Sementara itu, satu hari sebelumnya Susi juga menyempatkan diri untuk meninjau tempat konvervasi penyu. Tempat tersebut terletak di Pasir Jambak atau sekitar lima kilometer dari kota Padang.
Foto: Dok. KKP |












































Foto: Dok. KKP
Foto: Dok. KKP