Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Feb 2018 14:09 WIB

Duterte Mau Tembak Langsung Maling Ikan, Susi: Itu Bagus

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa dirinya akan memerintahkan Angkatan Laut Filipina untuk menembak mereka yang melewati batas ekonomi ekslusif (Exclusive Economic Zone/EEZ) negaranya. Menurutnya hal tersebut termasuk tindakan pencurian, sehingga meminta untuk menindak tegas hal tersebut dengan langsung menembak siapa saja yang memasuki wilayah perairan Filipina itu.

Hal ini ditanggapi dengan positif oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Menurutnya tindakan tersebut merupakan bentuk ketegasan dari Presiden Duterte akan perlindungan atas kekayaan laut yang dimiliki oleh Filipina.

"Ya Duterte bagus, beliau seorang Presiden. Dia bisa memutuskan nanti negara membuat undang-undang supaya mendukung beliau. Itu bagus. Sadar bahwa pencurian itu ternyata tidak hanya sekedar ikan saja. Pasti ada alasan lain. Kedaulatan, kejahatan kriminal lainnya, dan itu tidak main-main," kata Susi saat dijumpai di kantornya, Jakarta, Senin (12/2/2018).


Susi meyakini, masuknya kapal asing ke wilayah perairan suatu negara pasti berhubungan dengan kejahatan yang terorganisir. Hal itu pula yang membuatnya untuk selalu mengejar pengakuan bahwa IUU (illegal, unregulated, unreported) fishing merupakan kejahatan lintas negara yang terencana.

"Dan kejahatan antar negara itu pasti kan organisasinya besar, tidak mungkin organisasinya kecil. Karena ABK (anak buah kapal) nya juga dari beberapa negara. Ada pemalsuan dokumen. Mereka beroperasi melewati batas-batas negara. Apa mungkin itu bukan korporasi? Bukan sindikat? Kan tidak mungkin," tutur Susi.

"Trans national organized crime pasti itu sindikat. Namanya juga trans national organized crime. Dilakukan di beberapa negara oleh beberapa kebangsaan dan melakukan bisnis besar yang sangat incorporated biasanya, terintegrasi. Namanya sindikat, bukan kayak nelayan-nelayan gitu," ujarnya. (eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed