Follow detikFinance
Rabu, 14 Feb 2018 16:08 WIB

Kepala Bappenas Sebut Banyak Ritel Tutup Karena Digitalisasi

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Danang Sugito Foto: Danang Sugito
Jakarta - Ekonomi nasional sepanjang 2017 yang tumbuh sebesar 5,07% belum mampu menyelamatkan beberapa pelaku usaha sektor ritel dari aksi penutupan gerai atau tokonya. Seperti Sevel Eleven (sevel), Lotus, Debenhams, hingga yang terakhir Clarks.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, banyaknya gerai ritel di Indonesia yang tutup pada tahun lalu karena pengaruh era digitalisasi.

"Kita juga harus perhatikan pengaruh dari digitalisasi. Itu sesuatu yang nggak bisa dihindari lagi," kata Bambang di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).


Menurut Bambang, era digitalisasi juga tidak hanya berdampak pada Indonesia, melainkan negara-negara maju lainnya, seperti Amerika Serikat (AS). Akibatnya, beberapa toko ritel di AS juga ditutup.

"Ritel tutup apa hanya ada di Indonesia. Di seluruh dunia juga, apalagi di AS yang gede-gede aja tutup. Kita bukan mau membela diri tapi memang yang pelaku ekonomi yang bisa survive adalah pelaku ekonomi yang adaptif. Dia bisa cepat membuat skemanya offline dan online," jelas dia.


Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, era digitalisasi juga mengubah pola pasar dari yang awalnya didominasi konvensional menjadi online akan terus berlangsung.

"Ini malah akan menjadi mainstream di kemudian hari dan ini bukan kebalikan. Bukan gejala sementara tapi gejala yang akan berkelanjutan ke depan," kata dia.


Untuk menyesuaikan pengubahan pola tersebut, pemerintah harus memperkuat sektor pendidikan terutama menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai kebutuhan di era digitalisasi.

"Harus mulai berpikir melihat jenis pekerjaan apa yang tidak bisa tergantikan oleh revolusi industri 4.0. Kedua harus perkuat vokasi, karena bagaimanapun vokasi itu punya keterampilan. Vokasinya harus diarahkan ke teknologi informatika. Vokasinya sendiri diarahkan ke jiwa wirausaha, karena vokasi itu bisa membuat orang bekerja mandiri. Jadi artinya kita harus antisipasi dari segi pendidikan dan dari lapangan kerjanya," tutup dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed