Namun Ekonom Senior Rizal Ramli mempertanyakan penghargaan tersebut. Sebab dia melihat kondisi ekonomi masih stagnan, pertumbuhan ekonomi di 2017 hanya 5,07%.
"Ini kondisi ekonomi (masih) melemah, rakyat semakin tertekan tapi malah dapat award," tuturnya dalam Diskusi KPPN DPP PAN 'Ekonomi Indonesia di Tahun Politik' di markas DPP PAN, Jakarta, Rabu (14/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya coba lihat saja parameternya yang bikin EY, itu perusahaan akuntan bagus, auditor bagus, tapi enggak ngerti makro ekonomi, tidak ngerti governance. Indikatoir keberhasilannya suksesnya memotong utang 50%. Itu ngibulin rakyat Indonesia bahwa utang Indonesia diturunkan 50%, lah wong naik. Lalu kemiskinan turun 4%, padahal hanya turun 1%," terangnya.
Sebelumnya Sri Mulyani mendapatkan penghargaan tersebut diberikan langsung oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum. Penghargaan itu diterimanya dalam acara World Government Summit yang merupakan pertemuan tahunan melibatkan segenap pemimpin pemerintahan dari seluruh dunia dalam suatu forum dialog global tentang proses pemerintahan dan kebijakan publik serta kaitannya dengan teknologi, inovasi, dan topik lain. (dna/dna)











































