Pemerintah Tutup Kran Impor Beras Hingga Akhir 2005
Rabu, 22 Jun 2005 19:32 WIB
Jakarta -
Pemerintah memutuskan menutup kran impor beras hingga akhir tahun 2005. Langkah ini dilakukan untuk melindungi petani. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian Anton Apriantono usai rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (22/6/2005)."Impor tidak diperlukan sepanjang tidak ada kondisi yang katakanlah ekstrem," katanya. Menurutnya, kebijakan pemerintah menutup kran impor beras karena kondisi harga gabah tahun 2005 rata-rata per bulan Rp 1.351 per kilogram hingga Rp 1.436 per kilogram. Selain itu cadangan beras pemerintah yang disimpan Bulog berjumlah 350 ribu ton.Anton menambahkan, pemerintah akan membuka kran impor beras bila harga beras kualitas medium mencapai rata-rata Rp 3.500 per kilogram dan cadangan stok Bulog kurang dari 1 juta ton. Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo mengatakan, kebijakan pemerintah melarang impor beras dilakukan untuk mendapatkan harga beras yang wajar di pasaran nasional. "Artinya biaya produksi dan kesejahteraan petani meningkat," kata Anton."Bulog juga ditugaskan pemerintah untuk membuka monitoring terhadap harga beras di pasar dunia," ujar Anton.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































