Follow detikFinance
Senin, 19 Feb 2018 11:56 WIB

Berapa Biaya Bangun Pasar Ikan Modern di Muara Baru?

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: dok. Perum Perindo Foto: dok. Perum Perindo
Jakarta -
Untuk membuat Pasar Ikan Modern yang bakal dirombak menjadi lebih modern seperti Pasar Ikan Tsukiji di Jepang, Pasar Muara Baru memiliki total nilai investasi mencapai Rp 150 miliar.

Direktur Utama Perum Ikan Indonesia (Perindo) yang nantinya akan menjadi pihak pengelola Pasar Ikan Muara Baru Risyanto Suanda menjelaskan nilai tersebut merupakan nilai keseluruhan proses pembangunan sampai selesai untuk Pasar Ikan Modern Muara Baru.
"Kalau saya dengar kemarin itu Rp 150 miliar," katanya kepada detikFinance, Kamis (15/2/2018).
Dengan biaya tersebut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan dibangun sebuah pasar yang lebih modern untuk meningkatkan kualitas produk ikan di Indonesia..
"Ini kan bagian dari development kami yang menyediakan lahan, nah jadi nanti KKP yang akan men-develope ini tapi dari kami itu kami yang akan menyediakan lahan," paparnya.
Secara ekonomi, pembangunan pasar ikan modern bisa meningkatkan taraf ekonomi para pedagang yang berjualan ikan di pasar tersebut dan meningkatkan perputaran uang di pasar ikan.

Saat ini, nilai transaksi pasar ikan Muara Baru adalah sebesar Rp 10 miliar per malam, dengan rata-rata perputaran uang Rp 3,6 triliun per tahun. Nilai ini bisa lebih besar lagi dengan adanya pembaharuan fasilitas yang lebih modern dan bersih.


Peningkatan transaksi juga bisa didorong dengan penerapan transaksi non tunai. Sehingga pengunjung yang berbelanja ikan tak perlu lagi membawa uang tunai yang sangat banyak namun bisa berbelanja dengan volume yang lebih besar.
"Untuk transaksi kita memang kalau sekarang ini kan cash basis, jadi datang cash and carie kan yang bawa uang itu. Volume penjualannya satu malah itu sampai Rp 9-10 miliar itu untuk pasar yang saat ini eksisiting ya. Jadi dalam setahun bisa Rp 3,6 triliun dalam setahun ini kan jumlah yang sangat besar kan," katanya.

"Ini yang kami sedang diskusikan dengan tenant, apakah nanti bisa cashless ya kan bisa dengan sama belanja seperti di foodcourt kan. Kemudian buyer nanti beli ikan nanti dengan hanya bawa kartu ATM debit. Sistem cashless nanti bisa atau nanti kita akan kombinasikan dengan yang masih tradisional yaitu yang cash basis. Kemudian nanti boleh cashless ya mulai kita edukasi, yang terutama yang dry market dan kulinarry kan bisa, nanti kita combine. Nanti pembeli engga perlu bawa duit cash banyak-banyak, cukup bawa kartu kredit debit penjual juga nggak puyeng bawa uang banyak kaitannya safety," jelasnya.
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed