Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Feb 2018 15:13 WIB

Ini yang Bikin Ongkos Angkut Ikan Timur-Barat Indonesia Mahal

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Biaya angkut logistik ikan dari China lebih murah dibandingkan biaya angkut ikan dari perairan laut Timur Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldi Ilham Masita mengungkapkan, mahalnya ongkos angkut dikarenakan perusahaan kapal harus menghitung biaya bahan bakar perjalanan bolak-balik alias dua kali perjalanan.

Alasannya, saat ini kapal yang ada di Indonesia umumnya merupakan kapal angkut biasa yang tidak dilengkapi dengan container berpendingin atau reefer container. Sehingga angkutan seperti ikan yang membutuhkan lemari pendingin membutuhkan upaya khusus yang lebih dari biasanya.

Saat kapal berlayar dari timur ke barat, kapal penuh berisi ikan. Namun saat kembali ke timur, kapal berlayar dalam keadaan kosong. Sehingga biaya tersebut harus ditanggung pihak pemilik atau pembeli barang.

"Sehingga bila ingin mendapatkan reefer container, mereka (pengusaha ikan) harus menanggung biaya kapal bolak-balik. Dan sangat sedikit kapal yang dilengkapi fasilitas untuk reefer container, reefer container butuh sambungan listrik. Apalagi semua kapal tol laut tidak dilengkapi colokan listrik khusus untuk reefer container," paparnya.

Dirinya menjelaskan jika jalur angkut logistik berupa ikan dari timur ke barat Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan ikan impor yang di datangkan dari China, hal tersebut karena Indonesia kekurangan reefer container.

"Sudah jelas karena keterbatasan reefer container dan kapal yang mempunyai fasilitas untuk reefer container. Tidak bisa dibandingkan dengan kapal besar yang melayani dari China ke Jakarta yang fasilitas untuk reefer container-nya tersedia. Bahkan container biasa untuk general cargo, ongkos kirim dari Jakarta ke timur lebih mahal daripada dari Jakarta ke China," katanya.

Sebagai informasi ongkos logistik untuk mengangkut ikan saat ini masih mahal. Hal tersebut yang membuat harga ikan di pasaran menjadi lebih mahal. Jika angkutan ikan dari Merauke ke Jakarta itu per-kg-nya Rp 4.300/ kilogram, ongkos angkut dari China ke Jakarta itu hanya Rp 1.200/ kiloram. Padahal pejalanan dari China ke Jakarta lebih jauh dibandingkan Marauke ke Jakarta. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed