Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Feb 2018 15:34 WIB

Ada 18 Juta Kendaraan Bermotor Masuk Jakarta Setiap Hari

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Masalah kemacetan di Jakarta kian mengkhawatirkan. Menurut Direktur Eksekutif Perhimpunan Studi Pengembangan Wilayah Syahrial Loetan ada sebanyak 18 juta kendaraan bermotor yang beredar di jalanan Jakarta.

Dengan jumlah sebanyak itu, jika seluruhnya secara berbarengan turun ke jalan maka akan menciptakan kemacetan total.


Hal itu disampaikannya dalam seminar bertema 'Menatap Masa Depan Jakarta, Sebagai Pusat Kegiatan Sosial Dan Ekonomi Nasional' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2018).

"Dengan jumlah kendaraan bermotor lebih dari 18 juta unit, jika ditempatkan secara berjejer di seluruh jalan raya di Jakarta, maka mustahil bagi kendaraan tersebut bergerak, dengan kata Iain akan berhenti total," ujarnya.

Menurutnya hal itu menjadi masalah yang sangat serius. Ditambah, berdasarkan data yang dia kutip dari BPS DKI Jakarta 2016 jumlah kendaraan bermotor rata-rata tumbuh 5% selama 5 tahun.

"Sementara panjang jalan hanya bertambah kurang dari 0,1%. Komposisi lalu lintas secara umum adalah sepeda motor 73,92%, mobil penumpang 19,58%, mobil beban 3,83%, mobil bus 1,88%, dan kendaraan khusus 0,79 %," sebutnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pada acara yang sama menyoroti hal serupa. Dia ungkapkan jumlah kendaraan pribadi mendominasi jalanan.

"Jakarta dari data 2015, jumlah mobil 38%, motor 49%, angkutan umum 13%. Yang menyedihkan angkutan umum persentasenya turun," sebutnya.

"Ini satu tanda perlu ada kebijakan masif untuk pindahkan masyarakat ke angkutan umum. Penurunan porsi angkutan umum akibat motorisasi. Jakarta motorisasi yang luar biasa," tambahnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com