Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury mengatakan, kinerja positif di kuartal III dan kuartal IV 2017 belum mampu menambal kerugian maskapai pelat merah di paruh pertama 2017. Pada kuartal I-2017, Garuda Indonesia mencatatkan kerugian sebesar US$ 99,1 juta dan kuartal II-2017 US$ 184,7 juta.
"Memang di triwulan IV-2017 lalu kita paling tidak membukukan profit. Triwulan III profit dan triwulan IV profit, secara full year belum (untung) karena kerugian dua triwulan pertama," kata Pahala saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Rabu (21/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pahala menambahkan, penerbangan internasional menjadi tulang punggung pendapatan perseroan dengan pertumbuhan yang cukup apik. Porsi penerbangan domestik dan internasional Garuda Indonesia masing-masing 55% dan 45%.
"Pertumbuhan penjualan tinggi dobel digit penerbangan internasional kita memang kondisinya baik," ujar Pahala. (ara/ang)











































