Follow detikFinance
Rabu, 21 Feb 2018 20:10 WIB

Mendag Panggil Pelaku e-Commerce Bahas Produk UKM Besok

Fadhly F Rachman - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bakal mengundang sejumlah pelaku e-Commerce besar untuk membahas promosi produk usaha kecil menengah (UKM) dalam negeri. Pertemuan bakal dilakukan besok Kamis 22 Februari 2018.

"Besok saya akan undang marketplace (e-Commerce) yang besar-besar dulu agar mereka meng-consider itu, dan memberikan prioritas (memasarkan) kepada produk-produk dalam negeri," kata Enggar di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Rabu (21/2/2018).


Enggar mengatakan langkah ini dilakukan untuk bisa mendorong UKM lebih berkembang dan ikut masuk dalam memanfaatkan ekonomi digital. Pasalnya, beberapa e-Commerce besar saat ini kebanyakan diisi oleh produk impor.

Oleh sebab itu e-Commerce juga diminta untuk bisa ikut membantu dalam mendorong dan mengajak UKM memasarkan produknya melalui teknologi.

"Benar bahwa masih sebagian didominasi atas produk-produk asing. Dan ini kan juga kita harus mendorong produk UKM kita untuk mau masuk. Mereka mungkin tidak tahu untuk bagaimana cara memasarkannya. Demikian juga dengan marketplace itu sendiri, dia tidak atau kurang peduli siapapun yang masuk sesuai kriteria, mereka terima," jelas dia.


Selain mendorong masuk UKM ke ekonomi digital, pemerintah juga sedang menggodok penurunan pajak penghasilan (PPh) untuk UKM dari yang sebelumnya 1% menjadi 0,5%. Hal itu dilakukan agar bisa mendorong produksi UKM.

"Sekarang sedang dirumuskan supaya bisa diturunkan pajak finalnya, karena mereka kan tidak dengan pembukuan rugi labanya, bedang dengan korporsi. Kalau dengan besaran 1% terlalu berat," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini transaksi digital banyak didominasi oleh produk impor. Hal itu menimbulkan konsumsi impor di 2017 naik 14,7%

"Ada kemungkinan sekarang barang-barang yang diperjualbelikan di e-Commerce atau di online, marketplace, itu dibanjiri barang impor dan terus terang ini terkait dengan kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan di marketplace tadi," tutur Bambang.

(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed