Follow detikFinance
Kamis, 22 Feb 2018 21:49 WIB

Rizal Ramli: Hanya 20% Orang Indonesia Nikmati Kemajuan Ekonomi

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Pool Foto: Pool
Jakarta - Pemerintah Indonesia selalu berupaya melakukan pembangunan untuk mensejahterakan rakyat. Namun ternyata hal ini hanya dinikmati oleh sebagian orang saja.

Ekonom Rizal Ramli mengatakan pada dasarnya Indonesia selalu mengalami pertumbuhan di mana rata-rata mencapai 5%. Sayang, hal ini hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang.

"Secara sederhana saya ingin mengatakan kalau kedekatan historis sejarah ke belakang Indonesia banyak sekali kemajuan. Tidak bisa dibantah kemajuan wong setiap tahun tumbuh 5,0%," katanya dalam acara acara Sistem Ekonomi Berkeadilan: Mengurai Kesenjangan di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Ia merinci segelintir orang yang dimaksud hanya sebanyak 20% dari masyarakat Indonesia. Sedangkan 40% lainnya tidak selalu berdampak dan 40% sisanya tidak pernah sama sekali.

"Hanya 20% orang Indonesia sudah menikmati kemajuan bisa liburan. Yang 40% lagi pas-pasan kalau nggak ada gejolak bisa bergeser ke bawah. Nah yang 40% paling bawah betul-betul belum menikmati," jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa selama ini pemerintah tidak menggunakan indikator internasional untuk mengukur kemiskinan. Hal ini lah yang dinilai dirinya sebagai penipuan.

"Indikatornya US$ 1 sehari. Paling dapat supermi tapi begitu kita gunakan standar internasional US$ 2 atau sekitar Rp 27 ribu yang miskin nambah banyak. Kita nipu diri kita sendiri kalau bilang yang miskin nggak berkurang," ujarnya.

Selain itu, hal itu juga dibuktikan dengan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara tetangga seperti Singapura dan Vietnam.

"Tetapi kalau gunakan pendekatan baru terang kalau kita tertinggal memang ukuran ekonomi kita kali ini US$ 1 triliun dibagi 250 juta dapatnya US$ 3.500 per kapita. Jauh di atas kita Singapura bahkan Vietnam," tutupnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed