"Momentum ini bisa dijadikan Indonesia untuk membuktikan kepada seluruh dunia, bahwa ekonomi Indonesia sudah sangat berkembang, dan mampu menghadapi situasi global yang terkadang kurang bersahabat," kata Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/2/2018).
Selain itu, lanjut Taufik, melalui pertemuan ini, bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mempromosikan kondisi ekonomi dan potensi ekonomi di Indonesia. Karena itu, investor asing tertarik untuk berinvestasi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bos IMF Sebut Ekonomi RI Sudah Mulai Bangkit |
Politisi F-PAN itu menambahkan, dengan hadirnya 15 ribu peserta dari 189 negara yang diperkirakan akan hadir, Bank Indonesia memproyeksikan akan ada perputaran uang mencapai US$ 100 juta atau Rp 1,36 triliun dalam pertemuan tersebut. Sehingga, hal ini juga harus dimanfaatkan, agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia.
"Hadirnya 15 ribu peserta juga harus dimanfaatkan secara langsung bagi Indonesia, khususnya kepada Bali. Masyarakat Bali harus mendapat dampak positif dari pertemuan itu. Di saat yang sama, potensi pariwisata Bali dapat semakin diperkenalkan, sehingga dapat menarik mereka kembali untuk berwisata," tandas Taufik.
Diketahui, IMF-WB AM 2018 adalah pertemuan tahunan untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta rekomendasi kebijakan IMF-WB ke depan. Acara ini diikuti oleh Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara anggota IMF-WB, pimpinan dan staf IMF-WB, para pelaku utama sektor keuangan, akademisi, CSC/NGO, pers dan observer.
(nwy/hns)











































