Saat ini masih ada sejumlah pedagang di pasar yang menjual beras di atas HET. Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, menjelaskan meningkatnya harga beras medium terjadi akibat mekanisme pasar.
Hal ini karena permintaan yang tinggi namun tidak sesuai dengan ketersediaan barang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, saat ini stok beras di gudang Bulog menyusut sekitar 700.000 ton. Untuk memperkuat cadang
Menurut Djarot, impor tidak akan merugikan petani, pasalnya impor hanya untuk cadangan Bulog. Ini artinya Bulog bisa tetap menerima gabah dari petani.
"Insya Allah tidak mengganggu. Karena kami tetap menyerap (gabah) petani berapapun jumlahnya sesuai dengan kualitas dan harga," terang Djarot.











































