Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 01 Mar 2018 15:16 WIB

Dulu Juga Ada yang Bikin Hujan Duit Pakai Pesawat

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Istimewa (Tung Desem Waringin) Foto: Istimewa (Tung Desem Waringin)
Jakarta - Promosi dengan cara hujan duit nyatanya pernah dilakukan oleh Motivator Marketing bernama Tung Desem Waringin. Pada 1 Juni 2008 lalu Tung Desem dengan menggunakan pesawat kecil pernah menebar uang receh dari langit.

Duit yang disebar tersebut merupakan pecahan Rp 1.000 dengan total 100 juta sebagai langkah promosi bukunya berjudul Marketing Revolution.

Motivator Marketing Tung Desem Waringin menjelaskan, dalam biaya marketing ada sebuah pengeluaran yang harus diukur, termasuk biaya publikasi. Hal tersebut dilakukan sebagai cara publikasi yang paling efektif dan murah.

"Banyak yang ingin tahu, orang sebar-sebar duit, orang yang butuh branding atau ingin terkenal ini lho caranya, yaitu itu publisitas. Jadi kalaupun sama-sama uangnya dibuat dan dimasukkan untuk iklan dan tidak bermanfaat ya saya saja lah contoh hujan uang ini saja, langsung terkenal," paparnya kepada detikFinance, Kamis (1/3/2018).


Pada tahun 2008 lalu Tung Desem berusaha mempraktikkan tentang apa yang dirinya ajarkan ke dalam sebuah aksi yang menarik perhatian. Dirinya menjelaskan, dalam marketing, publikasi merupakan sebuah cara yang paling murah untuk dilakukan. Namun jika hanya sekadar publikasi hal tersebut tidak cukup dilakukan jika tidak ada penawaran yang menarik.

"Misalnya, buku yang saya launching tadi bukan hanya untuk branding tapi ada penawarannya. Jadi pada waktu saya launching buku tadi saya tambahin hadiah voucher seminar 3 hari di 10 kota kemudian dikasih 5 CD audio nah buku itu mengalahkan Harry Potter. Dapat rekor muri dalam 1 hari berhasil terjual 38.878 buku, terkenal tidak kalau tidak ada penawaran," jelasnya.



Dirinya menjelaskan, kunci marketing itu bukan hanya soal branding. Namun juga penawaran menarik yang tidak bisa ditolak oleh masyarakat.

"Branding kalau anda lihat baliho-baliho ya yang branding-branding tapi tidak ada penawarannya, waktu selesai branding begitu masuk ke koran nggak karu-karuan. Kalau dulu setelah saya melakukan aksi itu (hujan uang) saya baru buat ikan 'awas ada hujan uang kedua' dan banyak yang baca, jadi harus lihat permintaan baru ada penawaran," paparnya.

Sebagai informasi, peristiwa hujan duit di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin masih ramai menjadi perbincangan. Fenomena tersebut nyatanya merupakan sebuah kegiatan dalam rangka promosi. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed