Siapa yang Pertama Kali Bikin Hujan Uang?

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Kamis, 01 Mar 2018 20:19 WIB
Foto: Istimewa (Tung Desem Waringin)
Jakarta - Aksi hujan uang saat ini tengah menjadi perhatian warga, karena aksi tersebut baru saja terjadi di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin. Aksi tersebut merupakan sebuah kegiatan dalam rangka promosi, namun ternyata cara ini pernah juga dilakukan di tahun 2008 lalu.

Pakar Marketing Tung Desem Waringin yang pernah melakukan aksi tersebut. Berbeda cara namun serupa. Tung Desem menebar uang dari langit menggunakan pesawat sebagai langkah promosi bukunya. Uang dengan pecahan Rp 1.000 sebanyak Rp 100 juta ditebar dijatuhkan dari pesawat dan menjadi perhatian warga, langkah tersebut merupakan strategi promosi bukunya berjudul Marketing Revolution.

"Misalnya, buku yang saya launching itu bukan hanya untuk branding tapi ada penawarannya. Jadi pada waktu saya launching buku selain sebar uang saya tambahin voucher seminar 3 hari di 10. Saat penjualan buku dalam 1 hari berhasil terjual 38.878 buku. Jadi terkenal tidak cukup kalau tidak ada penawaran," jelasnya kepada detikFinance Kamis (1/3/2018).


Ternyat, Tung Desem juga bukan yang pertama melakukan metode promosi yang bikin heboh tersebut.

Tung Desem mengatakan ide tersebut lahir karena ia melihat Richard Branson, yang merupakan pendiri dan pemilik grup Virgin Records yang merupakan salah satu miliuner sukses yang terkenal didunia.

Tung Desem mengatakan, promosi yang dilakukan Richard Branson yang selalu mengundang perhatian banyak orang atau menjadi viral. Dirinya mengaku mendapatkan teori tersebut dan kemudian diaplikasikan dalam bentuk yang berbeda.


Sebuah hal yang saat itu dilakukan Tung Desem untuk menebar uang di langit, untuk mendapat perhatian masyarakat dalam bentuk promosi yang dilakukan untuk menjual bukunya saat itu.

"Saya dapat ide dari Richard Brandson, dia spesialis ahli menampilkan sesuatu yang heboh seperti itu," ujarnya.

Tung Desem menjelaskan, beberapa tahun lalu saat dirinya meluncurkan buku pertama di tahun 2005 juga membuat perhatian warga dengan cara yang unik. Yaitu Tung Desem malakukan upcara di Jalan Jendral Sudirman dan menggunakan kuda perang lengkap dengan pakaian perang khas Jendral Sudirman. Aksi tersebut dikawal pasukan brimob dan pendapat banyak perhatian warga, ketika wartawan datang dan meliput baru lah promosi mulai dilakukan. Langkah tersebut merupakan aksi peluncuran buku marketing yaitu Vinansial Marketing aksi tersebut merupakan isi dari visi buku yang berperang melawan kemiskinan

"Nah untuk itu saya terbitkan buku mengenai vinansial revolution terlari 10.511 buku 2005 waktu itu kemudian. Aksi yang itu (tebar uang) di 2008 berhasil terjual sebanyak 38.878 terjual buku. Dulu bahkan uang yang disebar Rp 100 juta itu punya Gramedia, tapi setelah itu mereka dapat Rp 8 miliar dari penjualan buku (Marketing Revolution). Dengan buku seharga Rp 200 ribu dapat seminar dan dapat CD waktu itu pertama di dunia lho," paparnya. (dna/dna)