Follow detikFinance
Selasa, 06 Mar 2018 16:52 WIB

Mendag Resmikan Warung Digital di Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikFinance
Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, meresmikan peluncuran warung digital di Boyolali. Warung digital ini merupakan program digitalisasi warung tradisional agar mereka bisa bersaing dengan ritel modern.

"Ini wujud nyata dari kebersamaan, wujud nyata dari ekonomi kerakyatan, di mana grup Hypermart membantu mulai dari merenovasi (warung), kemudian dengan sistemnya dan bahkan dibantu permodalannya, selain tentu perolehan barang (dagangan)," kata Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, usai meresmikan peluncuran warung digital di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Selasa (6/3/2018).


Sejumlah warung tradisional di desa tersebut mendapatkan bantuan program kemitraan dengan ritel modern, Hypermart ini. Program kemitraan ini bertujuan untuk memberikan akses barang dagangan dengan harga yang bersaing, pelatihan pengelolaan dan display warung.

Selain itu juga permodalan sekaligus efisiensi operasional warung berbasis teknologi informasi. Warung tersebut juga dilengkapi dengan peralatan atau aplikasi POS digital yang terintegrasi. Sehingga memudahkan dalam pengelolaan operasional warung.


Aplikasi POS ini dapat memantau proses pengadaan barang, pembayaran hingga penjualan. Enggartiasto mengatakan, program ini merupakan salah satu realisasi perintah Presiden Joko Widodo untuk ekonomi kerakyatan.

"Pemerintah harus hadir untuk membantu ekonomi dari pedesaan dan apa yang disebut ekonomi kerakyatan adalah bagian dari ini. Untuk mewujudkan itu yang kita lakukan adalah dengan menggandeng kerjasama yang besar dan yang kecil," ujar Enggartiasto.


Dijelaskan dia, peluncuran warung digital di Desa Giriroto ini adalah pilot project. Masih perlu adanya evaluasi dan penyesuaian-penyesuaian.

"Ini baru pilot project karena masih perlu ada penyesuaian-penyesuaian. Mana kelebihan, mana kekurangan. Dari situ maka akan kita terapkan ke seluruh Indonesia," tandasnya.

Pengembangan warung tradisional dengan manajemen yang modern mendesak dilakukan agar lebih kompetitif bersaing dengan ritel modern. Pasalnya, diakui dia, keberadaan toko atau ritel modern tidak dapat dihindarkan lagi.



Untuk menghentikan laju perkembangan ritel modern juga sulit dilakukan. Terlebih industri ritel tersebut sudah mampu menyerap sebanyak 400 ribu tenaga kerja.

Sementara itu Founder & Chairman Lippo Group, Mochtar Riady, berharap pasar digital di Desa Giriroto ini bisa menjadi suatu contoh bagi bangsa Indonesia.

"Melalui pasar digital ini pengentasan kemiskinan bagi bangsa Indonesia akan terwujud. Terima kasih kepada pak menteri yang memberikan kesempatan bagi saya untuk berpatisipasi dalam suatu usaha pengentasan kemiskinan," kata Mochtar Riady dalam sambutannya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed