Follow detikFinance
Kamis, 08 Mar 2018 11:29 WIB

Menteri PPN Ajak ISEI Bangun Ekonomi RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma (detikFinance) Foto: Hendra Kusuma (detikFinance)
Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro siang ini mengajak para ahli ekonomi yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) untuk membuat solusi jangka pendek soal perekonomian nasional.

Belakangan ini ekonomi Indonesia tengah digempur oleh ketidakpastian global yang datang dari Amerika Serikat (AS). Salah satunya pidato perdana Gubernur The Feb Jerome Powell di hadapan Kongres membuat rupiah melemah.

Selanjutnya yang masih hangat adalah mengenai Presiden AS Donald Trump yang bakal menerapkan kebijakan bea masuk (BM) baja dengan tarif tinggi hingga 25%, dan tarif BM alumunium sebesar 10%.

"Kita harapkan juga ISEI bisa memberikan masukan ke pemerintah. Walaupun sebagian sudah ada yang terlibat di pemerintahan. Bapak presiden senang kalau datang sebagai organisasi, ISEI itu wadah sarjana ekonomi," kata Bambang saat membuka acara seminar nasional di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Bambang menilai masukan yang berasal dari ISEI mengenai solusi jangka pendek bagi ekonomi nasional sangat penting. Pasalnya, anggota dari organisasi ini merupakan ahli ekonomi yang berada di lingkungan pemerintah hingga swasta.

"Dengan kekayaan berbagai profesi, pemerhati ekonomi, saya yakin ISEI bisa memberikan nilai lebih terhadap pemerintah," ungkap dia.

Turut hadir Ketua Wantimpres Sri Adiningsih, Dirjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Ahmad Erani Yustika, Rektor Universitas Paramadina Firmanzah, dan Guru Besar FEB UI M Ikhsan. Seluruhnya akan menjadi narasumber seminar tersebut.

Sebelum seminar dimulai, ada juga acara serah terima jabatan Ketua Umum ISEI yang sebelumnya dijabat oleh Muliaman D Hadad sekarang diserahkan ke Bambang Brodjonegoro sebagai pelaksana tugas.

Bambang mengaku jabatan sebagai Plt Ketua Umum ISEI berlangsung selama lima bulan ke depan atau sampai Agustus 2018.

"Sisa masa tugas lima bulan, kalau Agustus itu kongres, yaitu menyelesaikan pekerjaan yang harus diselesaikan, menyelesaikan kongres itu sendiri, ISEI itu menjadi pertemuan dan saling bertukar pikiran soal ekonomi, secara organisasi solid, dan karena tempatnya ditentukan di Bandung, saya ajak segenap anggota ISEI untuk mensukseskan kongres," kata dia.

Muliaman D Hadad melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum ISEI dikarenakan mendapat tugas langsung dari Presiden Jokowi menjadi duta besar (dubes) Swiss.

"Saya akan menuju pos baru di Swiss, tugas saya mengundang investasi masuk ke Indonesia dan mendorong perdagangan luar negeri, dua pesan yang dititipkan agar dubes bisa kerja keras wujudkan itu," kata Muliaman. (zul/zul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed