Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Mar 2018 14:10 WIB

Ini Jurus Mentan Genjot Produksi Padi

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Mentan Amran Sulaiman (Dok. Kementan) Foto: Mentan Amran Sulaiman (Dok. Kementan)
Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku sudah menyiapkan beberapa strategi untuk menjaga ketahanan pangan dalam negeri. Untuk jangka pendek pihaknya akan memanfaatkan lahan tadah hujan

"Lahan tadah hujan, biasanya tanam satu kali, bagaimana menjadi dua kali atau tiga kali. Itu ada 50%, lahan pertanian Indonesia yang menjadi lahan tadah hujan," tuturnya di sela-sela Jakarta Food Security Summit 4 di JCC, Jakarta, Kamis (8/3/2018).


Selain itu pihaknya juga telah menyiapkan bibit beras varietas baru yang dikembangkan oleh IPB yang diberi nama IPB3S. Bibit tersebut bisa menghasilkan produksi nasional beras menjadi 13,4 ton per hektare. Angka itu lebih tinggi dibanding rata-rata produksi beras saat ini 5 ton per hektare.

"Lalu yang dihasilkan oleh Kementan bisa 10 ton, 2 kali lipat. Sehingga kebijakan baru kami adalah semua bibit unggul ini kita beli kurang lebih 3 juta hektare dan dibagikan pada petani secara gratis. Ini yang jangka pendek meningkatkan produktivitas," tambahnya.

Kementerian Pertanian juga akan meningkatkan pemberian alat mesin pertanian ke petani. Pemberian bantuan alat mesin pertanian sudah ditingkatkan.


"Mulai dari traktor, hand traktor, dan sebagainya diberikan ke petani secara gratis. Untuk menekan biaya produksi 30-40%," tambahnya.

Pemberian alat mesin pertanian itu diharapkan bisa menekan tingkat kehilangan produksi (loses) padi yang saat ini mencapai 10,2%.

"Dengan panen mekanisasi sistem combine harvester, itu kita bisa mengambil loses ini 10% katakanlah kali 70 juta ton. Berarti 7 juta ton x 4 juta, kita bisa selamatkan ke depan itu Rp 28 sampe Rp 30 triliun kehilangan petani," terangnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed