Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Mar 2018 16:05 WIB

Jokowi Minta Darmin Turunkan Harga Beras, Tapi Tak Rugikan Petani

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo telah meminta Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution mencari cara agar harga beras bisa turun sebelum Ramadan. Di sisi lain, penurunan harga beras tak merugikan petani.

Darmin mengatakan pihaknya bersama dengan menteri terkait lainnya akan mencari cara agar bisa menurunkan harga beras tapi tidak merugikan petani.

"Bapak Presiden itu dua minggu terakhir ini mulai memerintahkan suatu hal yang tidak mudah, tapi kita harus bisa mewujudkannya. Kita sudah mau puasa sudah mau Lebaran jangan sampai harga beras masih tinggi harga daging masih tinggi. Jadi pemerintah sedang mencoba mengumpulkan langkah untuk bagaimana menurunkan harga beras tetapi di petani gabahnya tidak turun jauh. Sekarang masih Rp 5.100 per kg," tutur Darmin di sela-sela acara Jakarta Food Security Summit 4 di JCC, Jakarta, Kamis (8/3/2018).


Darmin menambahkan, pemerintah sudah memberikan fleksibilitas kepada Bulog membeli gabah kering panen (GKP) Rp 4.400 per kg. Diyakini level tersebut masih menguntungkan bagi petani.

Namun, kata Darmin, dalam struktur biaya dalam produksi beras yang paling tinggi sebenarnya adalah sewa lahan dan biaya pengolahan lahan pertanian. Biaya itulah yang juga akan dicarikan upaya agar bisa ditekan.


"Itu dia yang paling tinggi sehingga kita harus mencari jalan supaya ini jangan terlalu tinggi. Mungkin sewa lahan tidak mudah untuk diubah, karena itu adalah milik dari pihak-pihak tertentu di pedesaan yang menjadi income bagi dia," tambahnya.

Hingga Februari 2018 semua kualitas beras mengalami kenaikan. Harga beras kualitas premium di penggilingan naik 0,31% menjadi Rp 10.382 per kilogram (kg) dari Januari yang sebesar Rp 10.350 per kg.


Untuk beras kualitas medium naik 0,37% menjadi Rp 10.215 per kg dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 10.177 per kg. Sedangkan untuk kualitas rendah naik 1,99% menjadi 9.987 per kg dari Januari yang sebesar Rp 9.793 per kg.

Menurut Darmin hal itu lantaran masa panen raya padi belum merata. Oleh karena itu harga beras masih saja tinggi. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed