Follow detikFinance
Kamis, 08 Mar 2018 19:28 WIB

Melon Tercemar Bakteri, Kementan Tutup Keran Impor dari Australia

Niken Widya Yunita - detikFinance
Melon (Foto: iStock) Melon (Foto: iStock)
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menutup keran masuk rockmelon asal Australia. Melon tersebut diduga mengandung bakteri Listeria monocytogenes.

Keputusan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian nomor 207/Kpts/KR.040/3/2018 tentang penutupan pemasukan rockmelon (cantaloupe) dari Australia ke Indonesia.

Dalam keterangan tertulis dari Kementan, Kamis (8/3/2018), hal ini menanggapi kejadian luar biasa kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes di Australia yang menyebabkan 4 orang meninggal dunia. Selain itu sesuai Surat Agriculture Counsellor Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada 3 Maret 2018.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberi atensi khusus terhadap kasus ini. Amran juga sangat peduli untuk mencegah kejadian ini di Indonesia.

"Maka Beliau merespons dengan keputusan Menteri Pertanian," kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini.

Keputusan itu sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen buah-buahan di Indonesia dan antisipasi terjadinya kejadian yang sama di Indonesia. Ada beberapa hal yang menjadi poin utama dalam keputusan ini.

1. Penutupan pemasukan rockmelon (cantaloupe) yang berasal dari Australia ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia.
2. Penutupan pemasukan diberlakukan terhadap rockmelon (cantaloupe) yang dikirim dari Negara Australia sejak tanggal 3 Maret 2018.
3. Pengiriman sebagaimana di atas baik dilakukan secara langsung maupun transit di negara lain dibuktikan dengan Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB) dan Cargo Manifest.
4. Pemasukan rockmelon (cantaloupe) ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia yang dikirim dari Australia sejak 3 Maret 2018 dilakukan tindakan penolakan dan/atau pemusnahan.
5. Tindakan penolakan dan/atau pemusnahan sebagaimana dimaksud dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Karantina tumbuhan.

Menurut Banun, pada dasarnya rockmelon asal Australia ini belum pernah masuk ke Indonesia. Data sistem informasi karantina pertanian belum pernah mencatat adanya pemasukan buah ini pada 2017 hingga 2018 per hari ini, sehingga Kementan menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik atau resah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro mengatakan melon yang diperjualbelikan di Indonesia selama ini adalah produk lokal. Semua melon di Indonesia disupply oleh lokal dengan kualitas yang baik dan sangat aman untuk dikonsumsi.

"Tidak ada impor melon dari Australia. Semua melon di Indonesia disupply dari produk lokal dengan kualitas yang baik dan sangat aman untuk dikonsumsi," ujar Syukur.

Syukur menghimbau masyarakat agar tetap mengkonsumsi buah lokal dan produk Indonesia. "Mari mengonsumsi buah lokal dan produk pertanian Indonesia," kata Syukur.

(nwy/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed