Follow detikFinance
Minggu, 11 Mar 2018 13:57 WIB

Laporan dari Singapura

TKI di Singapura Bisa Kirim Uang ke Kampung Lewat HP

Hendra Kusuma - detikFinance
Peluncuran MoRe BNI di Singapura/Foto: Hendra Kusuma Peluncuran MoRe BNI di Singapura/Foto: Hendra Kusuma
Singapura - PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) atau BNI resmi meluncurkan layanan yang memberikan kemudahan bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) alias TKI yang bekerja di Singapura dalam hal pengiriman uang ke Indonesia.

Layanan tersebut berbentuk aplikasi mobile remittance (MoRe) dan diluncurkan dalam acara Semarak Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Minggu (11/3/2018).

"Acara hari ini adalah BNI ingin meluncurkan salah satu produk MoRe, tapi dalam Bahasa Inggrisnya itu lebih, apa lebihnya kita ingin memberikan layanan lebih kepada pelanggan kita, yaitu TKI yang ada di Singapura, Hong Kong, Taiwan, Timteng, termasuk Korea," kata Direktur Utama Bank BNI Achmad Baiquni di KBRI Indonesia di Singapura.

Turut hadir Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Luar Negeri Retno L Marsyudi, Duta Besar RI Singapura I Gusti Ngurah Swajaya, Direktur Tresuri & Internasional BNI Panji Irawan, General Manager Divisi Internasional BNI Henry Pandjaitan.

BNI juga memberikan tarif atau biaya yang murah untuk setiap transaksi remintansi yang menggunakan aplikasi MoRe. Pengiriman uang melalui Mobile Remittance ditetapkan hanya SGD 5 per transaksi atau setara Rp 50.000 (kurs: Rp 10.000/SGD). Biaya ini yang termurah di Singapura.


Berdasarkan data yang diberikan oleh KBRI Singapura, jumlah TKI yang bekerja di Singapura berjumlah sekitar 150.000 orang. Dari jumlah tersebut, mayoritas berusia 27 sampai dengan 40 tahun baru dan baru sekitar 23.000 TKI yang sudah bertransaksi melalui layanan BNI Remittance.

Diasumsikan TKI dengan usia tersebut merupakan TKI yang fasih menggunakan smartphone. Di samping itu, Singapura tidak memberikan izin TKI untuk memiliki rekening di bank lokal.

Maka, aplikasi Mobile Remittance memungkinkan para TKI di Singapura untuk mengirim uang ke Indonesia melalui smartphone di mana saja dan kapan saja, sehingga diharapkan para TKI yang lain juga dapat menikmati layanan remitansi BNI.


"Kalau dulu kirim uang, TKI harus datang ke konter pengiriman uang, itu kan butuh waktu, dan itu tidak fleksibel, karena ada kontrak kerja yang mengatur waktu libur, dengan BNI MoRe mereka cukup melakukan dengan HP-nya, setelah download di google play, dan topup juga mudah bisa di Sevel, kantor post atau kantor kita. Kirimnya itu kapan waktu senggang, setiap hari, yang paling penting adalah bagaimana kita meringangkan biaya uang, itu yang selalu diminta Presiden Jokowi, memberikan rasa aman, kalau bisa biaya semurah mungkin," jelas dia.

Untuk saat ini, aplikasi Mobile Remittance sudah dapat diunduh di Google Play Store dan dalam waktu dekat juga di Apple App Store. Proses sign up aplikasi Mobile Remittance tidak mengharuskan user menjadi nasabah BNI.

Selain dapat digunakan oleh nasabah dan non nasabah BNI, empat fitur utama lain yang ditawarkan oleh aplikasi MoRe adalah nyaman karena pengiriman dilakukan melalui aplikasi yang ter-install pada smartphone sehingga dapat dilakukan di manapun dan kapanpun. Mobile Remittance juga cepat dengan layanan yang hanya membutuhkan waktu dalam hitungan menit.

Tarif Mobile Remittance murah yaitu hanya SGD 5 per transaksi tanpa potongan lain di pihak penerima dan kurs yang diberlakukan kompetitif. Tidak hanya itu, Mobile Remittance terjamin aman dengan dukungan BNI Smart Remittance di Indonesia. Uang dipastikan sampai kepada penerima yang dituju. Bagi pihak bank, Mobile Remittance turut terproteksi oleh sistem Know Your Customer yang telah diberlakukan oleh keimigrasian.

Di samping memberikan kemudahan bagi para TKI, peluncuran aplikasi Mobile Remittance juga sejalan dengan Program Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Bersama BNI yang telah diresmikan sejak 17 Februari 2016 oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno, Duta Besar RI Singapura I Gusti Ngurah Swajaya, dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni.

Tujuan program tersebut antara lain adalah memberikan layanan memadai bagi TKI sebelum, saat, dan setelah bekerja di luar negeri. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed