76 K/L Sudah Ajukan Usulan Rekrutmen CPNS 2018

ADVERTISEMENT

76 K/L Sudah Ajukan Usulan Rekrutmen CPNS 2018

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 12 Mar 2018 12:55 WIB
Foto: Eduardo SImorangkir/detikFinance
Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur mengatakan, hingga saat ini sudah ada 76 Kementerian/Lembaga (K/L) yang telah mengusulkan untuk menambah jumlah pegawainya terkait rencana rekrutmen CPNS 2018. Sebanyak 76 K/L tersebut tersebar di 34 provinsi dan 380 kabupaten dan kota.

"Yang sudah masuk ke kita sampai saat ini, sudah ada 76 K/L, 34 provinsi, 380 kab/kota yang memasukkan usulan untuk rekrutmen CPNS 2018," katanya di ruang rapat komisi II DPR RI, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Pemerintah sendiri akan menerapkan sistem zero growth untuk rekrutmen CPNS 2018 atau akan merekrut pegawai baru sesuai dengan jumlah PNS yang pensiun di tahun yang sama. Asman bahkan mengatakan, kalau bisa pemerintah hanya merekrut 50-70% dari total pegawai yang pensiun di 2018 karena ada beberapa yang akan dimaksimalkan lewat sistem informasi dan teknologi (IT).


"Kita masih terapkan sistem zero growth, jangan melebihi dari jumlah yang pensiun. Jadi jumlah PNS yang memasuki batas pensiun di 2018 jadi pedoman," katanya.

Adapun jumlah PNS yang pensiun tahun ini diperkirakan sekitar 215 ribu pegawai, yang terdiri dari 28.632 pegawai di pusat dan 186.744 pegawai di daerah. Rekrutmen nantinya akan diutamakan untuk mendukung pembangunan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan dengan prioritas daerah tertinggal, terluar dan terdepan.

"Di beberapa daerah sudah membutuhkan pegawai baru yang sesuai bidangnya terutama bidang kesehatan," ucapnya.

Namun demikian, Asman memastikan pihaknya tidak akan memberikan jatah formasi CPNS 2018 kepada daerah yang masih memiliki belanja pegawai di atas 50%. Dia bilang, saat ini masih ada 134 Pemda yang belanja pegawainya lebih dari 50%.


"Untuk pemda, diperhatikan rasio belanja pegawai. Kalau rasionya masih di atas 50%, kita nggak akan tambah jumlah pegawainya. Sekarang kita suruh perbaiki dulu strukturnya, baru kita izinkan menambah pegawai," pungkasnya. (eds/zul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT