Follow detikFinance
Selasa, 13 Mar 2018 11:18 WIB

Pengusaha: Dulu Saya Takut Sama Dirjen Pajak

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) hari ini memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap 31 wajib pajak (WP) besar dari perorangan maupun lembaga. Mereka dianggap telah berkontribusi besar dan taat terhadap peraturan perpajakan.

Direktur Utama PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir yang ikut menerima penghargaan itu memandang Ditjen Pajak tak lagi menakutkan seperti dulu. Menurutnya itu merupakan tanda keberhasilan reformasi perpajakan.

"Saya lihat bahwa transformasi teman di Ditjen Pajak luar biasa. Dirjen Pajak silih berganti dulu saya takut, sekarang saya minta waktu ke Pak Robert untuk meminta gambaran ke depan seperti apa," tuturnya di Kanwil Ditjen Pajak WP Besar Sudirman, Jakarta, Selasa (13/3/2018).


Pria yang akrab disapa Boy ini berharap agar Ditjen Pajak bisa memberikan karpet merah bagi WP yang patuh terhadap perpajakan. Dia juga berpesan agar Dirjen Pajak bisa membimbing para pengusaha yang pembayaran pajaknya masih belum taat.

"Teman-teman di pengusaha dan perusahaan suka bilang, kami kalau bisa jangan dikejar-kejar, tapi didekati diberi penjelasan dilobi. Sehingga kami mengerti ini kewajiban dan kami ingin negara ini bisa lebih besar lagi. Kami yang belum sempurna tolong dibimbing. Kalau yang nakal-nakal bukan urusan saya pak," imbuhnya.

Sementara pendiri PT Elang Mahkota Teknologi Tbk Eddy Kusnadi Sariaatmadja menambahkan, jangan sampai para pengusaha dan perusahaan merasa takut karena diburu Ditjen Pajak. Sebab bisa mempengaruhi produktivitas yang ujungnya mengurangi penerimaan pajak.


"Kalau langsung diancam bisa langsung stres dan seperti ayam tidak bisa bertelur lagi," tuturnya.

Namun menurut Eddy, Ditjen Pajak telah berhasil memberikan kesan tak menyeramkan bagi WP. Hal itu terlihat dari keberhasilan program pengampunan pajak atau tax amnesty.

"Pengusaha waktu itu stres dan bingung, ini trick apa lagi yang dilakukan. Saya melihat trust terhadap Ditjen Pajak sangat rendah waktu itu. Tapi menurut kami sifat melayani inilah yang membuat WP semakin patuh terhadap pajak dan mereka mau ikut tax amnesty," ucapnya.

Eddy merasa, membayar pajak saat ini bukan lagi kewajiban tapi sebuah kehormatan. Dia menganggap membayar pajak merupakan bentuk solidaritas sosial. (zul/zul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed