Merespons kondisi tersebut, pemerintah kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara Barat bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (AL) mengangkut beras via laut. TNI-AL mengerahkan KRI Teluk Sampit 515 memasok 150 ton beras Bulog ke Maluku Tenggara Barat.
"kita usaha 200 ton kita minta tapi ternyata untuk medium plus tidak mencukupi di Bulog Maluku makanya kita muat 150 ton untuk medium 50 ton dan medium plus 100 ton saja, kelangkaan yang terjadi sejak tanggal 19 Februari 2018 usai melakukan sidak dan mengetahui harga di tingkat pengecer di jual beras Rp 20.000 per kilo tapi masyarakat sudah mengantisipasi kelangkaan dengan cara membeli per karung," ujar Bela Tuhumena Sekretaris dinas Perindustrian Perdagangan Tenaga Kerja Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Selasa (13/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Masuk Masa Panen, Harga Beras Masih Tinggi |
Dia menambahkan dengan adanya 150 ton beras itu diharapkan bisa mengatasi kelangkaan beras selama sebulan ke depan. Selain itu, harga beras bisa turun kembali ke Rp 11.000/kg.
Komandan KRI Teluk Sampit -515 Mayor Laut Cokorda G.P.P menambahkan 150 ton beras ke MTB direncanakan akan berangkat Rabu (14/03/2018) dan akan Jumat (16/3/2018). (hns/hns)











































