Follow detikFinance
Rabu, 14 Mar 2018 15:18 WIB

5 Ha Lahan LRT Jabodebek di Bekasi Belum Bebas

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Hingga saat ini lahan proyek Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek masih mengalami kendala, khususnya di Bekasi. Kok bisa?

Menurut Dirjen Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Arie Yuriwin persoalan lahan LRT masih mengalami kendala di titik pembangunan depo Bekasi. Hal ini karena masih ada sebagian masyarakat yang masih menduduki lahan tersebut.

"Itu yang penting yang di depo, depo Bekasi. Yang asetnya dari Adhi Karya tapi fisik di lapangan dikuasai masyarakat banyak," katanya di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (14/3/2018).


Lebih lanjut, ia memaparkan pada dasarnya kendala lahan seluas 5 hektar (ha) tersebut pada masyarakat sudah teratasi. Namun, masih ada beberapa pihak seperti LSM yang belum setuju.

"Lima hektar. Sebagian (rampung). Jadi yang milik masyarakat sebenarnya sudah, tetapi karena ada LSM yang kurang pas, yang memfasilitasi, itu yang menghambat," jelasnya.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan kepolisian.

"Tadi koordinasi dengan Pak Menteri supaya jajaran dari kepolisian, polda bisa membantu," ucapnya.


Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Candra Sukma Kumara, memastikan pihaknya akan turut membantu pembebasan lahan yang berada di Bekasi. Hal itu dilakukan dengan pendekatan persuasif.

"Kita pendekatan persuasif sama penggarap ini. Lagi pula ini tanah milik negara kita mengimbau kepada mereka (masyarakat) ini demi kepentingan kita semua ya kita sama sama pengertiannya saja," ungkapnya.

"Ketika upaya persuasif kita lakukan dan tidak dihiraukan juga ya kita upaya hukum," tegas Candra.

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed